Berita

Penggiat Kenduri Cinta, Fahmi Agustian. (Foto: Youtube Hendri Satrio)

Politik

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

MINGGU, 05 JULI 2026 | 07:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipersilahkan jika berniat menghadiri forum Kenduri Cinta. Kenduri Cinta merupakan forum diskusi bulanan di Taman Ismail Marzuki yang menjadi bagian dari komunitas Maiyah gagasan Cak Nun.

Forum ini dikenal sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan untuk membahas persoalan sosial, budaya, kebangsaan, hingga keagamaan secara egaliter tanpa sekat politik maupun status sosial.

Menurut penggiat Kenduri Cinta, Fahmi Agustian, forum tersebut bisa menjadi ruang dialog terbuka bagi Jokowi untuk menjelaskan berbagai polemik yang berkembang, termasuk mengenai keaslian ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang belakangan kembali dipersoalkan sejumlah pihak.


"Yang selama ini belum pernah hadir ke Kenduri Cinta saya pikir seharusnya seorang presiden. Jokowi terserah bawa ijazah, terserah. Karena maksud saya adalah ayo dong kamu temui rakyat secara terbuka tanpa pamrih, tanpa sekat," kata Fahmi di kanal Youtube Hendri Satrio, dikutip Minggu, 5 Juli 2026.

Ia menilai, dialog langsung dengan masyarakat jauh lebih bermakna dibanding menghadiri acara yang audiensnya telah dipersiapkan.

"Kalau kamu datang ke suatu acara kayak kemarin misalkan, sudah disiapkan masyarakatnya, sudah disiapin massanya, buat apa? Itu sama saja kamu kayak kampanye partai," ujarnya.

Menurut Fahmi, di Kenduri Cinta Jokowi akan berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki pandangan kritis terhadap dirinya.

"Ini kamu ketemu masyarakat yang benar-benar bisa jadi dia sangat benci sama kamu. Kamu siap nggak ketemu?" sambungnya.

Ia menegaskan, seorang mantan presiden dua periode semestinya berani mendengar langsung aspirasi rakyat tanpa rekayasa maupun skenario.

"Karena bagi saya presiden itu pemimpin. Dia harus ketemu rakyat, dia harus dengar sendiri dari rakyat yang tanpa settingan, tanpa dipoles, tanpa diskenariokan. Dia akan ngomong apa, berani nggak presiden datang ke situ?" tuturnya.

Meski demikian, Fahmi mengakui kehadiran mantan kepala negara itu akan membawa konsekuensi dari sisi pengamanan.

"Cuma kita kan tahu kalau misalkan suatu hari presiden datang, kita juga yang repot sebenarnya. Paspampres sudah pasti ngetem di situ, metal detector sudah pasti dipasang. Nah, kita repotnya di situ," katanya.

Kendati demikian, ia memastikan Kenduri Cinta tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk Jokowi.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya