Berita

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: Istimewa)

Politik

Sangat Aneh jika KPK Terperdaya Kisah Murahan Menhut Raja Juli Antoni

MINGGU, 05 JULI 2026 | 03:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kisah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait pemberian amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang sudah menjadi tersangka korupsi dan ditahan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin aneh. 

"Apalagi kisah pengembalian amplop dari pihak Raja Juli Antoni kepada pihak Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby di Polres Kuantan Singingi dan pakai meterai pula," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Minggu 5 Juli 2026.

Menurut Erizal, mengembalikan uang pakai meterai dan di Polres Kuantan Singingi, itu kisah yang terlalu detail dan bisa membuat orang tergelak terpingkal-pingkal. 


"Apalagi ditunjukkan Raja Juli Antoni di hadapan publik secara sadar dan bangga bahwa ia bersih," kata Erizal.

Erizal menegaskan bahwa tradisi memberi amplop dari pejabat lebih rendah kepada pejabat lebih tinggi rasanya itu sudah biasa. Bahkan, rakyat kecil yang mau memperoleh sesuatu tanda tangan saja, misalnya harus memberi amplop, itu juga sudah biasa.

"Yang tidak biasa itu adalah justru mengembalikan amplop itu dari pejabat lebih tinggi kepada pejabat lebih rendah di kantor polisi dan pakai meterai pula. Setelah 17 hari pengembalian amplop itu, pejabat lebih rendahnya itu di tangkap oleh KPK," kata Erizal.

Berat dugaan operasi terhadap Bupati Kuantan Singingi sudah bocor lebih dulu dan ada waktu bagi pihak Raja Juli Antoni untuk mengembalikannya dan harus dibubuhi meterai. Itu terlalu detail dan itu terlalu aneh.

Orang awam mungkin bisa menilai bahwa betapa jujur dan bersihnya seorang Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang juga merupakan Sekjen PSI itu

"Tapi bagi orang yang sedikit berpikir, kisah ini terlalu kasar dan menjijikkan. KPK benar-benar tak berdaya, kalau terperdaya dengan kisah murahan dari Raja Juli Antoni yang seperti ini," pungkas Erizal.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya