Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

PDIP dan PSI Jangan Sibuk Adu Simbol, Rakyat Menunggu Penyelesaian Rempang

SABTU, 04 JULI 2026 | 05:00 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Polemik antara PDIP, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan PSI dinilai lebih banyak diwarnai perang simbol politik ketimbang membahas persoalan substansial yang dihadapi masyarakat, terutama sengkarut investasi di Rempang-Galang.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, mengatakan perdebatan mengenai safari politik Jokowi dengan atribut PSI maupun saling sindir antara PDIP dan PSI merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, energi politik seharusnya diarahkan untuk mengawal kebijakan yang berdampak langsung kepada rakyat.

"Politics is about substance, not just symbols. Yang terjadi sekarang adalah perang simbol yang dangkal, sementara persoalan substantif seperti warisan tata kelola yang bermasalah di Rempang-Galang nyaris tidak tersentuh," kata Iskandar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.


Menurut Iskandar, proyek Rempang Eco-City yang digagas pada era pemerintahan Jokowi justru menyisakan berbagai persoalan tata kelola, meski sejak awal dipromosikan sebagai investasi senilai Rp174 triliun yang diklaim mampu membuka puluhan ribu lapangan kerja.

Ia menyoroti temuan Ombudsman RI mengenai dugaan maladministrasi dalam proyek tersebut, mulai dari belum tuntasnya status hukum lahan, pengabaian keberadaan Kampung Tua, percepatan proyek tanpa persiapan matang, hingga penanganan penolakan warga yang memicu ketidakpercayaan kepada pemerintah.

"Ini bukan sekadar kegagalan teknis. Ini adalah kegagalan tata kelola yang terstruktur. Negara bergerak cepat untuk investor, tetapi lambat untuk rakyat. Narasi investasi digembar-gemborkan, sementara fondasi hukum dan sosialnya amburadul," tegasnya.

Iskandar menilai PDIP semestinya mengarahkan kritik kepada warisan kebijakan pemerintahan Jokowi, bukan sekadar memperdebatkan atribut partai atau simbol-simbol politik.

"Jika PDIP ingin mengkritik Jokowi, kritisilah warisan kebijakannya. Bantu warga Rempang memperjuangkan kepastian hukum, dorong audit BPK, tindak lanjuti rekomendasi Ombudsman, dan buka dokumen publik agar transparansi terjaga. Itulah kritik yang sehat," ujarnya.

Di sisi lain, PSI juga diminta tidak sekadar membalas kritik melalui sindiran politik. Menurut Iskandar, pembelaan terhadap Jokowi seharusnya dibuktikan dengan data mengenai realisasi investasi, penyelesaian hak masyarakat, dan tindak lanjut rekomendasi Ombudsman.

"Jika PSI benar-benar ingin membela Jokowi, jawablah kritik dengan data dan realisasi. Tunjukkan bahwa investasi berjalan, hak warga telah diselesaikan, dan rekomendasi Ombudsman sudah ditindaklanjuti. Jangan hanya balas dengan sindiran," tegasnya lagi.

Iskandar juga mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mewarisi pola pembangunan yang mengedepankan narasi investasi tanpa disertai kepastian hukum dan penyelesaian konflik agraria.

"Demokrasi tidak membutuhkan perang simbol yang dangkal. Rakyat tidak hidup dari simbol politik, tetapi dari tanah, rumah, pekerjaan, kepastian hukum, dan rasa aman yang diberikan negara," pungkas Iskandar.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya