Berita

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf Open House yang dihadiri orang tua dan calon siswa di Jawa Timur, pada Jumat, 26 November 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Gus Ipul Bangga Proses Pembelajaran Sekolah Rakyat Makin Baik

SABTU, 04 JULI 2026 | 03:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah kegiatan ekstra yang tersedia di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya memberikan peluang perkembangan siswa semakin maksimal.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan, kurang lebih sudah 11 bulan masa pembelajaran Sekolah Rakyat tahun 2025/2026 terlewati.

Khusus di SRMA 21 Surabaya, Mensos yang kerap disapa Gus pul itu menunjukan ha itu saat Open House yang dihadiri orang tua dan calon siswa di Jawa Timur, pada Jumat, 26 November 2026.


Melalui kegiatan open house itu, lanjut Gus Ipul, Kemensos membuka kesempatan kepada calon siswa dan orang tuanya, serta tokoh-tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk dapat melihat langsung perkembangan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan (Sekolah Rakyat), proses pembelajarannya makin baik, anak-anak juga sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan juga bagus, kesehatannya juga makin bagus," kata Gus Ipul dikutip melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam momentum itu, Gus Ipul bersama dengan para orang tua dan calon siswa SRMA 21 Surabaya diperlihatkan kegiatan ekstra yang telah diikuti siswa yang telah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato bahasa inggris dan arab, paduan suara, dan puisi.

Para siswa berlomba menampilkan pertunjukan terbaik, dengan penuh percaya diri dan penuh penghayatan. Disamping melihat penampilan siswa, Gus Ipul juga berkesempatan melakukan dialog dengan orang tua, siswa, dan calon siswa.

Salah satunya, Ita Fitriani yang merupakan ibu dari siswa SRMA 21 Surabaya, Marsya Dwi Cahyani. Ita tidak bisa menyembunyikan rasa bangga terhadap anaknya ketika berdialog dengan Gus Ipul.

"(Sekarang) sudah berani tampil, sudah baik pokoknya, dulu pemalu sekali, tertutup anaknya," kata Ita tak kuasa meneteskan air mata, seraya memeluk anaknya.

Marsya merupakan salah satu siswa yang ikut menampilkan pertunjukan baris variasi. Dia berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di Kecamatan Semampir, Surabaya.

Ayahnya, Siswandi bekerja sebagai kuli bangunan, dengan penghasilan yang tidak menentu dan pas-pasan, Marsya bahkan terpaksa putus sekolah. Namun kini dia bisa melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya melalui Sekolah Rakyat.

"Saya terima kasih sekali sudah bisa sekolah di Sekolah Rakyat anaknya. Dulu kan sempat putus dia, satu tahun lebih. Ingin jadi dokter juga," ujar Ita.

Senada dengan Ita, anaknya Marsya juga menyampaikan bahwa setelah hampir 2 semester menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, dia mengalami perubahan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mandiri dan disiplin.

"Saya lebih disiplin, disiplin salat, terus bisa memanajemen waktu juga," kata Marsya menambahkan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya