Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, 24 Juni 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

SABTU, 04 JULI 2026 | 00:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang kolaborasi dibuka Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa sekaligus memperluas akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menuturkan, saat ini Kemensos memiliki tiga mandat utama yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, serta penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat ini program prioritas Bapak Presiden yang dimaksudkan untuk memutus transmisi kemiskinan. Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin,” kata Agus Jabo dikutip dari keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kemensos, Jumat, 3 Juli 2026.


Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Karena itu, Kemensos terus memperkuat program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat dapat mandiri dan bergraduasi dari bantuan sosial.

“Saya berkomitmen sama Pak Menteri, kalau kemudian bansos terus-menerus dipertahankan ini tidak produktif. Kita mau hijrah. Masyarakat miskin yang masih produktif kita intervensi, kita berdayakan,” ujarnya.

Sosok yang biasa disapa Jabo itu melihat, sedikitnya dua peluang kolaborasi yang dapat segera dikembangkan bersama ITB Visi Nusantara. Pertama, pemberdayaan masyarakat di desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi melalui model Kampung Berdaya Kemensos. Kedua, membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat.

“Kita berkolaborasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa. Syukur-syukur lulusan-lulusan ITB Vinus bisa menjadi pendamping karena punya ilmunya," tutur Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) ini.

"Kita menyediakan arenanya, kita intervensi modalnya, memberikan pekerjanya, nanti kalian menjadi tim pendamping di sana, jadi kolaborasinya dalam rangka pengentasan kemiskinan caranya dengan pemberdayaan masyarakat di desa-desa," sambungnya.

Untuk itu, Kemensos membuka peluang kerja sama dengan ITB Visi Nusantara dalam memberikan akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat, khususnya di wilayah Bogor.

“Nanti bisa juga kita bikin MoU antara Kemensos dengan ITB Vinus untuk menampung anak-anak yang lulus SMA, khususnya yang ada di daerah Bogor,” ungkap Agus Jabo.

ITB Visi Nusantara Bogor telah beraudiensi dihadiri Ketua Yayasan Visi Nusantara Yusfitriadi, Badan Pembina Harian (BPH) ITB Visi Nusantara Bogor Jerry Sumampouw, Rektor ITB Visi Nusantara Bogor Daniel Zuchron, Kepala LP3I Zaenal Abidin Riam, Kepala LP2MD Tino Rahardian, dan Sekretaris LP2MD Abidin, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juni 2026.

Lembaga ini menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat melalui pendidikan berbasis desa. Kampus yang baru berusia lima tahun itu tengah menyiapkan program satu sarjana untuk satu desa di Kabupaten Bogor yang akan menjangkau ratusan desa di wilayah tersebut.

Daniel Zuchron yang pernah menjabat Komisioner KPU RI itu menjelaskan, kampusnya tengah menyiapkan kurikulum berbasis desa yang bertujuan mencetak lulusan yang mampu kembali dan membangun daerah asalnya.

“Karena kita mau bicara dari desa. Maka 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor akan terisi penuh dan empat tahun mereka akan kita latih sebagai sarjana desa,” tambahnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya