Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)

Politik

Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Fisik, Tapi Membangun Harapan Baru Masa Depan

JUMAT, 03 JULI 2026 | 20:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung, tetapi yang dibangun adalah harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. 

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Sumatera Utara. 

Di atas lahan seluas sekitar 6 hektare milik Pemerintah Kota Medan, AHY melihat sebuah kawasan pendidikan terpadu yang hampir rampung dibangun dan siap menjadi rumah belajar bagi lebih dari 1.000 anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi.


Bagi AHY, Dengan fasilitas yang lengkap mulai dari ruang kelas, laboratorium, asrama, aula serbaguna, tempat ibadah, hingga sarana olahraga, sekolah ini dirancang agar para siswa dapat belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi mereka secara optimal dalam lingkungan yang aman dan layak.

“Yang kita bangun adalah masa depan. Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan secara ekonomi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Jumat 3 Juni 2026.

Ketua Umum Partai Demokrat ini menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan di Sekolah Rakyat diberikan secara gratis, mulai dari masuk hingga lulus, sebagai bagian dari upaya negara menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.

AHY menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. 

Kata dia, melalui pendidikan yang berkualitas dan didukung fasilitas yang memadai, anak-anak diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan yang baik, serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya di masa depan. 

“Kita ingin melakukan intervensi yang nyata. Cara paling mulia dan paling berkelanjutan untuk mengubah nasib keluarga adalah melalui pendidikan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya