Berita

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti (Foto: Frasigerindra.id)

Politik

Pemerintah Didorong Percepat Realisasi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

KAMIS, 02 JULI 2026 | 11:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didorong untuk mempercepat realisasi investasi dan memperkuat produktivitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti menilai, tantangan ekonomi Indonesia saat ini tidak hanya menjaga stabilitas Rupiah, inflasi, dan kepercayaan pasar. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan seluruh komitmen investasi dapat segera berubah menjadi kegiatan ekonomi nyata.

“Yang harus dijaga bukan hanya angka investasi, tetapi kecepatan realisasinya. Komitmen investasi harus segera bergerak menjadi konstruksi, produksi, lapangan kerja, dan nilai tambah,” kata Azis kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2026.


Menurut Azis, periode Juli–Agustus 2026 perlu dilihat sebagai momentum penting untuk menghasilkan indikator awal pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, kata dia, harus mempercepat penyelesaian hambatan utama yang selama ini memperlambat investasi, mulai dari perizinan, lahan, pembiayaan, energi, hingga kesiapan tenaga kerja.

Ia menyebut, pasar global saat ini bergerak cepat mengikuti ekspektasi. Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan sinyal nyata bahwa ekonomi domestik tetap bergerak dan agenda produktivitas tidak kehilangan momentum.

“Pasar memperdagangkan masa depan. Karena itu, yang perlu diberikan pemerintah adalah kepastian arah dan bukti bahwa mesin ekonomi riil mulai bekerja,” ujar Legislator Gerindra ini.

Azis menyebut pendekatan tersebut sebagai “Ekonomi Waktu”, yakni cara pandang yang menempatkan waktu sebagai sumber daya penting dalam pembangunan. Dalam kerangka ini, keberhasilan negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau modal, tetapi oleh kemampuan mengubah waktu menjadi produktivitas.

Ia menjelaskan, ekonomi nasional berjalan dalam tiga ritme berbeda, yakni waktu pasar, waktu kebijakan, dan waktu produktivitas. Waktu pasar bergerak paling cepat, waktu kebijakan memerlukan proses kelembagaan, sedangkan waktu produktivitas bekerja dalam jangka panjang melalui peningkatan kualitas manusia, teknologi, institusi, dan budaya kerja.

“Negara harus mampu menyelaraskan ketiganya. Kalau tidak, pasar bergerak terlalu cepat, kebijakan tertinggal, dan produktivitas kehilangan momentum,” kata Azis.

Azis juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai bagian dari strategi produktivitas. Menurutnya, setiap keterlambatan administrasi bukan hanya persoalan prosedur, tetapi juga berarti tertundanya produksi, pekerjaan, penerimaan negara, dan kepercayaan investor.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar proyek strategis, investasi industri, hilirisasi, infrastruktur, dan penguatan UMKM dapat bergerak lebih cepat.

“Bangsa yang unggul bukan bangsa yang memiliki lebih banyak waktu, tetapi bangsa yang paling sedikit menyia-nyiakan waktunya,” demikian Azis.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya