Berita

Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung (Foto: Istimewa)

Politik

Safari Politik Jokowi Tak Berpengaruh ke Pemilih Rasional

KAMIS, 02 JULI 2026 | 11:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Safari politik mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibalut pendekatan kepada tokoh adat dinilai tidak akan banyak memengaruhi kelompok pemilih rasional untuk mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pengamat Komunikasi Politik M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, pendekatan kepada tokoh adat merupakan strategi yang lazim dilakukan partai politik karena para tokoh adat memiliki pengaruh terhadap massa pendukungnya.

Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam prosesi pemberian gelar adat seperti di Lampung dapat dipandang sebagai upaya membangun kedekatan dengan para opinion leader guna meningkatkan elektoral PSI.


“Tujuan utama Jokowi mendekati para opinion leader tentulah untuk meningkatkan elektoral PSI. Namun peluang itu akan sangat besar terwujud bila pengikut dari tokoh adat itu masuk massa mengambang dari kelompok pemilih emosional,” ujar Jamiluddin kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2026.

Jamiluddin menjelaskan, pemilih emosional cenderung mengikuti arahan tokoh yang dihormati tanpa melakukan penilaian kritis terhadap pilihan politik yang diberikan.

Sebaliknya, pemilih rasional akan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan sendiri sehingga tidak mudah dipengaruhi, termasuk oleh tokoh adat.

“Tokoh adat tidak akan punya pengaruh besar terhadap massa pendukungnya yang masuk kelompok pemilih rasional,” tegasnya.

Dalam kondisi itu, kata Jamiluddin, tokoh adat tidak mudah mengarahkan massa pendukungnya untuk memilih partai politik tertentu. Massa pendukungnya akan menseleksi sendiri partai yang didukungnya.

Meski begitu, Jamiluddin menilai pendekatan kepada tokoh adat tetap menjadi strategi yang banyak digunakan partai politik karena jumlah pemilih emosional di Indonesia masih lebih besar dibandingkan pemilih rasional.

“Karena itu, pendekatan terhadap tokoh adat untuk mendongkrak elektoral partai memang masih menjadi polihan banyak partai. Kiranya itu juga yang membuat Jokowi mendekati tokoh adat dengan harapan dapat meningkatkan elektoral PSI,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya