Berita

Ilustrasi inflasi (Gambar: Babbe)

Bisnis

BPS: Bensin Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Juni

KAMIS, 02 JULI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tingkat inflasi Indonesia pada Juni 2026 meningkat hingga mendekati batas atas sasaran inflasi pemerintah. 

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan indeks harga konsumen pada periode tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2026 secara bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,04 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,34 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 1,79 persen.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan terdapat sejumlah perkembangan yang memengaruhi pergerakan harga selama Juni 2026, terutama penyesuaian harga BBM non-subsidi.

“Ada beberapa catatan peristiwa penting yang dapat berpengaruh terhadap indikator harga, khususnya sepanjang Juni 2026,"  ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu 1 Juli 2026. 

Sepanjang Juni, penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan dalam dua tahap. Pada 1 Juni 2026, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.900 per liter menjadi Rp20.750 per liter. Selanjutnya, mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) meningkat dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan harga BBM tersebut turut tercermin pada kelompok transportasi yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Juni 2026. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 2,29 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,28 persen.

Ateng menjelaskan, bensin menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi transportasi.

“Tiga komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok transportasi, yaitu pertama, bensin dengan andil inflasi 0,21 persen, kedua, tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, ketiga, pelumas atau oli mesin dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen,” ungkapnya.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi Juni 2026 hingga mencapai 3,34 persen secara tahunan.  


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya