Berita

Ilustrasi Aplikasi GoJek dan Grab. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Nusantara

Pendapatan Driver Ojol Malah Turun Usai Potongan 8 Persen Berlaku

RABU, 01 JULI 2026 | 21:13 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Kebijakan baru mengenai penyesuaian potongan aplikator menjadi 8 persen resmi diberlakukan pada Rabu, 1 Juli 2026.

Kebijakan yang disepakati pemerintah bersama Grab dan Gojek tersebut semula diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Namun, pada hari pertama penerapannya, sejumlah driver justru mengaku pendapatan yang diterima belum meningkat, bahkan terasa lebih kecil dibanding sebelumnya.


Salah satu mitra pengemudi Gojek, Muhammad Sidiq, mengaku pendapatan yang diterimanya justru terasa lebih kecil meski potongan aplikasi disebut telah diturunkan menjadi 8 persen.

"Alhamdulillah, sudah berlaku. Cuma buat driver malah jadi makin turun. Harusnya potongannya 8 persen, argo-nya dinaikin, karena harga kebutuhan pokok juga sudah mulai naik. Kenapa malah argo-nya makin turun? Jadi makin aneh saja," ujar Sidiq kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Keluhan serupa juga disampaikan mitra pengemudi Grab, Andre. Menurutnya, potongan 8 persen belum benar-benar menjadi potongan bersih karena masih dipengaruhi skema tarif promo dan layanan hemat.

"Potongan 8 persen itu belum potongan bersih, masih potongan kotor. Apalagi tergantung jumlah order hematnya, jadi kemungkinan potongannya bisa lebih besar dibanding sebelumnya," kata Andre.

Ia menambahkan, nominal pendapatan yang tertera di aplikasi juga dinilai belum mencerminkan pendapatan bersih yang diterima pengemudi.

"Misalnya pendapatan order terlihat Rp20 ribu, itu belum bersih, masih kotor. Harusnya Rp20 ribu itu sudah bersih, tapi ini belum. Jadi belum kelihatan manfaat potongan 8 persennya," pungkas Andre.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya