Berita

Ilustrasi

Politik

Polri Tak Cukup Berbenah tapi Harus Rebut Kepercayaan Rakyat

RABU, 01 JULI 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dinilai menjadi momentum penting bagi Polri untuk memperkuat transformasi menuju institusi yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto. Menurutnya, perjalanan Polri selama delapan dekade telah diwarnai berbagai keberhasilan, namun juga masih menyisakan sejumlah tantangan yang perlu dibenahi.

"Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Dari pasukan Bhayangkara era Majapahit yang melindungi kerajaan, melewati masa kolonial, hg berdirinya Kepolisian Negara pd 1 Juli 1946, Polri telah menjalani perjalanan panjang penuh dinamika," ujar Didik lewat akun X miliknya, Rabu, 1 Juli 2026.


Didik mengapresiasi berbagai capaian Polri, mulai dari menjaga stabilitas nasional pada masa transisi demokrasi, mengamankan penyelenggaraan pemilu, penanganan bencana, hingga keberhasilan operasi pemberantasan terorisme.

Selain itu, ia juga menilai digitalisasi pelayanan publik seperti e-Tilang dan SIM Online, serta peningkatan keterbukaan informasi publik menjadi kemajuan yang patut diapresiasi. Program pemolisian masyarakat (Polmas) di sejumlah daerah juga dinilai telah membangun kemitraan yang baik antara polisi dan masyarakat.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketika Polri fokus pada kemitraan, hasilnya dapat positif dan membangun kepercayaan di tingkat lokal," katanya.

Meski demikian, Didik menilai transformasi menuju community policing atau pemolisian masyarakat belum sepenuhnya terwujud. Ia kemudian menguraikan sejumlah persoalan yang masih menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah pelaksanaan Polmas yang dinilai masih lebih banyak bersifat seremonial dibanding menyentuh substansi.

"Masih ada anggapan, bahwa Program Polmas sering bersifat formalitas, seremoni, spanduk, dan rapat rutin. Sementara pendekatan lapangan masih dominan represif, terutama dalam penanganan demonstrasi dan isu sensitif. Brutalitas oknum dan diskriminasi pelayanan terus muncul, merusak citra keseluruhan," ucapnya.

Selain itu, Didik juga menyinggung masih kuatnya budaya birokrasi yang dianggap kurang sejalan dengan semangat polisi sipil. Tantangan lain yang dihadapi Polri adalah tuntutan keterbukaan di era digital. 

Di tengah derasnya arus informasi, transparansi yang lebih substantif dinilai menjadi kebutuhan agar kepercayaan publik terus meningkat. 

Ia juga menilai keterbatasan sumber daya manusia, anggaran khusus Polmas, serta pelatihan yang belum merata masih menghambat perubahan paradigma menuju pemolisian berbasis komunitas.

Meski demikian, Didik optimistis Polri masih memiliki peluang besar untuk melakukan pembenahan. Karena itu, ia mendorong sejumlah langkah konkret, di antaranya memperkuat reformasi budaya organisasi, menjadikan Polmas lebih substantif, meningkatkan transparansi melalui pemanfaatan teknologi digital, memperkuat investasi pada SDM, memperluas pengawasan eksternal, serta menjaga sinergi dengan masyarakat dan institusi lainnya.

"Di era keterbukaan, Polri dituntut lebih dari sekadar retorika. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi titik balik menuju Polri yang benar-benar profesional, humanis, dan dipercaya rakyat. Dirgahayu Polri! Semoga 80 tahun ke depan membawa keseimbangan yang sesungguhnya," pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya