Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Tutup Paruh Pertama 2026 di Garis Hijau

RABU, 01 JULI 2026 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Amerika Serikat (AS) menutup paruh pertama 2026 dengan performa yang solid. Tiga indeks utama di Bursa Saham AS kompak menguat, didorong reli saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 136,46 poin atau 0,26 persen. Sementara S&P 500 menguat 0,79 persen, dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,52 persen.

Secara keseluruhan selama enam bulan pertama 2026, Dow Jones mencatat kenaikan 8,9 persen, menjadi kinerja semester pertama terbaik sejak 2021. S&P 500 naik 9,6 persen, sedangkan Nasdaq menguat 12,8 persen. Kinerja paling mencolok datang dari indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 yang melonjak hampir 22 persen, menjadi kenaikan semester pertama terbaik sejak 1991.


Meski demikian, pada perdagangan setelah penutupan pasar, kontrak berjangka mulai melemah. Futures Dow Jones turun sekitar 89 poin atau 0,2 persen, sementara futures S&P 500 dan Nasdaq 100 bergerak mendatar.

Reli pasar sepanjang semester pertama banyak ditopang oleh saham-saham sektor semikonduktor dan AI. Kenaikan harga saham perusahaan chip seperti Micron, Intel, dan Advanced Micro Devices (AMD) menambah sekitar 2 triliun Dolar AS nilai kapitalisasi pasar gabungan selama kuartal II 2026.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke sejumlah agenda penting pada Rabu, termasuk pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Forum Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal. Investor juga menantikan rilis data ekonomi AS, seperti laporan ketenagakerjaan ADP, indeks manufaktur ISM, serta data akhir PMI manufaktur global, yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi emiten, saham Constellation Brands naik sekitar 4 persen pada perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.

Sementara itu, saham Nike justru turun lebih dari 2 persen meski mencatat kinerja keuangan di atas perkiraan pasar. Penurunan tersebut dipicu merosotnya penjualan di kawasan China sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya