Presiden AS Donald Trump desak pengecer turunkan harga bensin (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak para peritel bahan bakar segera menurunkan harga bensin di tengah turunnya harga minyak dunia.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menilai harga bensin saat ini masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga minyak mentah yang telah turun ke kisaran 68 Dolar AS per barel.
"Para peritel bensin harus segera menurunkan harga mereka, sekarang juga! Harganya masih terlalu tinggi, padahal minyak kini berada di level 68 Dolar AS per barel dan terus bergerak turun," tulis Trump, dikutip Rabu, 1 Juli 2026.
Trump juga menyalahkan para peritel karena dinilai lambat menyesuaikan harga. Ia meminta mereka segera memberikan harga yang lebih murah bagi masyarakat Amerika.
"Para peritel harus segera merespons dan melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan, yaitu turunkan harga untuk rakyat Amerika yang hebat," ujarnya.
Bahkan, Trump menuding sebagian peritel mengambil keuntungan berlebihan dari konsumen. Ia berharap harga bensin dapat turun hingga sekitar 2,50 Dolar AS per galon.
Meski demikian, para pakar energi menjelaskan bahwa turunnya harga minyak mentah tidak serta-merta membuat harga bensin langsung ikut turun. Dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan sebelum penurunan harga minyak benar-benar terasa di SPBU.
Hal itu terjadi karena kilang minyak biasanya membeli minyak mentah jauh hari sebelumnya dengan harga yang lebih tinggi. Setelah diolah, bahan bakar juga masih harus didistribusikan melalui pipa, kapal, truk, hingga terminal penyimpanan sebelum akhirnya sampai ke SPBU.
Selain faktor harga minyak, harga bensin di AS juga cenderung naik setiap musim panas. Pada periode ini digunakan campuran bensin khusus musim panas yang biaya produksinya lebih mahal, sementara permintaan meningkat karena banyak warga melakukan perjalanan liburan.
Berdasarkan perkiraan AAA, sebanyak 61,4 juta warga Amerika diperkirakan melakukan perjalanan darat sejauh sedikitnya 80 kilometer selama libur Hari Kemerdekaan AS (4 Juli) tahun ini, sedikit lebih tinggi dibandingkan 61,3 juta orang pada tahun lalu.
Saat ini, harga bensin rata-rata nasional di AS masih berada di kisaran 3,85 Dolar AS per galon. Angka tersebut memang sudah turun selama lima pekan berturut-turut dan berada di bawah level 4 Dolar AS per galon, tetapi masih jauh di atas target sekitar 2,50 Dolar AS per galon yang diinginkan Trump.