Berita

Ilustrasi Kerbau Upacara Begawi Cakak Pepadun

Nusantara

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

SELASA, 30 JUNI 2026 | 18:21 WIB | OLEH: TIFANI

Prosesi adat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang meletakkan ujung jari kaki di atas kepala kerbau ramai diperbincangkan di media sosial.

Momen yang berlangsung saat Jokowi menerima gelar kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” di Kedatun Keagungan Lampung di Bandar Lampung pada Sabtu (27/6/2026). Tidak sedikit yang mempertanyakan makna di balik prosesi tersebut karena dianggap tidak biasa. 

Namun, dalam tradisi masyarakat adat Lampung, ritual tersebut memiliki filosofi yang berbeda dari persepsi umum. Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara adat Begawi Cakak Pepadun, tradisi penobatan dalam masyarakat Lampung Pepadun yang sarat nilai kepemimpinan dan pengendalian diri.


Dalam tradisi masyarakat adat Lampung, meletakkan ujung kaki di atas kepala kerbau bukan dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan terhadap hewan. Ritual itu menjadi simbol kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri ketika memperoleh kedudukan, kehormatan, atau jabatan adat.

Secara umum, masyarakat adat Lampung terbagi menjadi dua rumpun atau “jurai”, yakni Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin. Masyarakat Lampung Pepadun umumnya mendiami wilayah pedalaman seperti Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulang Bawang, dan sejumlah daerah lain di bagian tengah Lampung. 

Sementara masyarakat Lampung Saibatin dikenal sebagai kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pinggiran. Kedua rumpun tersebut memiliki perbedaan dalam sistem penobatan pemimpin adat atau penyimbang.

Pada masyarakat Lampung Saibatin, gelar penyimbang diperoleh berdasarkan garis keturunan sehingga hanya dapat diwariskan kepada keturunan penyimbang sebelumnya. Sedangkan pada masyarakat Lampung Pepadun, gelar penyimbang dapat diberikan kepada siapa saja yang telah memenuhi syarat adat melalui proses penobatan resmi.

Apa Itu Upacara Begawi Cakak Pepadun?

Merujuk jurnal berjudul Mengenal Tradisi Upacara Begawi Cakak Pepadun sebagai Pilar Identitas Lokal, Begawi Cakak Pepadun merupakan upacara adat untuk memberikan gelar atau julukan yang dikenal dengan istilah “adek”. Cakak Pepadun atau Naik Pepadun adalah prosesi pelantikan penyimbang, yakni pemimpin atau pemangku adat dalam masyarakat Lampung Pepadun.

Upacara ini juga sering disebut Begawi Adat dan menjadi tahapan wajib bagi seseorang yang hendak memperoleh kedudukan sebagai penyimbang adat. Dalam filosofi adat Lampung, seorang penyimbang diharapkan memiliki sikap luhur, mampu menjaga perilaku, serta menjauhi tindakan yang dianggap membawa keburukan bagi masyarakat.

Begawi Cakak Pepadun terdiri dari rangkaian ritual panjang dan salah satu syarat utamanya adalah penyembelihan kerbau. Bagi masyarakat adat Lampung, kerbau memiliki makna simbolis sebagai lambang kesejahteraan dan kehormatan. 

Jumlah kerbau yang disembelih dalam upacara bahkan dapat mencerminkan nilai atau harga diri pelaksana adat. Semakin banyak kerbau yang dipotong, semakin tinggi simbol penghormatan terhadap pelaksanaan upacara adat tersebut.

Pada puncak acara terdapat tradisi yang dikenal sebagai paccah aji. Dalam prosesi ini, orang yang menjalani penobatan akan duduk di kursi adat yang dihias kain putih.

Untuk mencapai kursi tersebut, pelaksana adat melewati tahapan menginjak kepala kerbau yang telah disembelih sebelumnya. Tindakan itu bukan sekadar gerakan simbolik, melainkan menggambarkan pesan moral bahwa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan hawa nafsu, menjaga kehormatan, dan menjalankan amanah dengan bijaksana.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya