Berita

Presiden AS Donald Trump umumkan pertemuan dengan Iran di Doha, Qatar (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)

Dunia

Trump Umumkan Pembicaraan Baru dengan Iran di Qatar

SELASA, 30 JUNI 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus bergulir. Informasi terbaru menyebutkan kedua negara dijadwalkan kembali menggelar pembicaraan di Doha, Qatar, pada Selasa, 30 Juni 2026, waktu setempat.

Kabar tersebut disampaikan Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya.

"Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump.


Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Di Washington, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus perdamaian Steve Witkoff dijadwalkan memberikan pengarahan kepada Kongres mengenai rancangan awal kesepakatan damai. Namun, Gedung Putih belum mengungkapkan isi maupun rincian kesepakatan tersebut.

Rencana perundingan ini muncul setelah AS dan Iran kembali terlibat aksi saling serang pada akhir pekan. Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa proses negosiasi damai akan gagal.

Meski demikian, Gedung Putih menegaskan kedua pihak masih berkomitmen menjaga gencatan senjata. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Amerika Serikat telah memenuhi komitmennya dalam kesepakatan tersebut.

"Sejauh yang kami ketahui, kami telah memenuhi bagian kami dalam gencatan senjata. Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," kata Leavitt.

Ia menambahkan, utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner akan menghadiri pertemuan di Doha. Menurutnya, pemerintah AS tetap berharap pembahasan nota kesepahaman dan proses perdamaian dapat menghasilkan kesepakatan yang baik.

Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap jalur pelayaran di kawasan strategis Timur Tengah. Setelah itu, kedua negara sepakat menghentikan sementara aksi militer dan memungkinkan kapal-kapal komersial kembali melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Seorang pejabat AS mengatakan pembicaraan teknis mengenai nota kesepahaman akan terus berlanjut di berbagai bidang. Selama proses tersebut berlangsung, kedua pihak juga sepakat menghentikan sementara permusuhan.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya