Berita

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)

Bisnis

Prabowo Dorong Belanja Masyarakat Lewat Paket Stimulus Ekonomi Semester II

SELASA, 30 JUNI 2026 | 09:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi pada semester II tahun 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat konsumsi domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan bahwa seluruh rangkaian stimulus yang disiapkan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penguatan aktivitas ekonomi dalam negeri. 

"Seluruh stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global," ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.


Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pemberian diskon tarif kereta api dan kapal laut Pelni sebesar 30 persen pada periode libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru. 

Pemerintah juga menyiapkan pembebasan tarif jasa kepelabuhan untuk transportasi penyeberangan serta fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi transportasi udara guna mendorong pergerakan masyarakat.

"Insentif ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan efek pengganda atau multiplier effect bagi perekonomian," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat sepanjang Juli hingga September 2026. 

Program tersebut ditujukan untuk menjaga ketahanan kelompok masyarakat rentan dari tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus mempertahankan daya beli rumah tangga.

Di bidang ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah membuka program magang nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi untuk 220.000 lulusan SMA dan SMK, serta pelatihan bagi 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan.

Tak hanya menyasar masyarakat, pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif bagi dunia usaha, antara lain fasilitas bea masuk 0 persen untuk impor LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik, serta tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen bagi para penulis. 

"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," tutur Qodari.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya