Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Dok PSI)

Politik

Mimpi PSI Tumbangkan PDIP Terlalu Tinggi

SENIN, 29 JUNI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menghadiri kegiatan di Lampung memunculkan beragam tafsir politik. 

Salah satunya mengaitkan simbol tersebut dengan kesiapan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dibina Jokowi, untuk menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Namun, pengamat politik Nurul Fatta menilai tafsir tersebut terlalu jauh. Menurutnya, sekalipun ada keinginan untuk menjadikan PSI sebagai penantang utama PDIP, jalan yang harus ditempuh masih sangat panjang.


"Oh, tidak sejauh itu. Dan juga tidak mudah. Kalaupun ada niatan seperti itu, mimpinya terlalu tinggi. PDIP adalah partai yang sudah memiliki pondasi kuat dan tembok pertahanannya solid," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menegaskan, kekuatan PDIP sebagai salah satu partai besar di Indonesia tidak mudah digoyang hanya dengan mengandalkan kehadiran Jokowi di PSI.

"Jangankan PSI, partai-partai yang sudah lebih senior dari PSI pun akan kesulitan jika dikatakan ingin menumbangkan PDIP," ujarnya.

Karena itu, Nurul Fatta berpandangan bahwa mengaitkan ritual Jokowi di Lampung dengan upaya PSI untuk menjatuhkan dominasi PDIP merupakan tafsir yang berlebihan dan belum memiliki dasar politik yang kuat.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya