Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Perkuat Riset Nasional Lewat Penambahan Anggaran Rp4 Triliun

SENIN, 29 JUNI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus memperkuat fondasi riset nasional sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan dan kemandirian bangsa. 

Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto melalui arahan penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun guna memperkuat ekosistem penelitian yang terintegrasi dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, arahan tersebut telah disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan sebelumnya di Istana. 


Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas riset nasional agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

“Di pertemuan yang sebelumnya, waktu di Istana, dulu (Presiden Prabowo) sudah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita, sampai di angka Rp4 triliun,” ujar Pras dalam sebuah pernyataan di Jakarta, dikutip Senin, 28 Juni 2026.

Pras menjelaskan, tindak lanjut atas arahan Presiden dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN. 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyatukan berbagai program penelitian yang selama ini berjalan di sejumlah lembaga agar memiliki arah yang sama dan saling mendukung. 

“Sekarang dipimpin oleh Prof. Arief Satria, untuk menyatukan semua riset kita,” ujarnya.

Selain penguatan koordinasi antarlembaga, pemerintah juga telah menyusun peta jalan riset nasional sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan berbagai kegiatan penelitian. 

Peta jalan tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh riset yang dilakukan berada dalam satu kerangka besar pembangunan nasional dan tidak berjalan secara terpisah. 

“Jadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menginginkan agar hasil riset tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan mampu memberikan manfaat konkret dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. 

Fokus riset diarahkan pada isu-isu strategis seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, hingga pengembangan energi alternatif yang relevan dengan kebutuhan nasional. 

“Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Misalnya contoh riset tentang sampah, riset energi, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi,” lanjutnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya