Berita

Mesir vs Iran. (Foto: Istimewa)

Publika

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

SENIN, 29 JUNI 2026 | 00:38 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

LAGA Mesir kontra Iran di Piala Dunia 2026 sejatinya bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah pertemuan dua bangsa tua yang telah melewati ribuan tahun sejarah, menghadapi perang, invasi, pergantian kekuasaan, hingga berbagai badai zaman.

Di satu sisi ada Mesir, negeri para Firaun, pewaris peradaban Sungai Nil yang bertahan sejak era piramida. 

Di sisi lain berdiri Iran, penerus Kekaisaran Persia, bangsa yang berkali-kali diterjang badai sejarah tetapi tetap mampu menjaga identitasnya.


Ketika kedua bangsa ini bertemu di lapangan, yang dipertaruhkan bukan hanya tiga poin. Gengsi peradaban ikut turun gunung.

Mesir langsung mengejutkan lawannya saat Mahmoud Saber mencetak gol cepat pada menit kelima. Gol tersebut membuat pendukung Mesir bersorak kegirangan, sementara sebagian pendukung Iran mungkin masih sibuk mencari kursi terbaik atau baru selesai membeli camilan di tribun.

Namun, bangsa Persia bukan tipe yang mudah panik. Dalam sejarah, mereka pernah menghadapi berbagai invasi dan tetap mampu bertahan. 

Karena itu, kebobolan satu gol di menit awal jelas belum cukup untuk membuat mereka kehilangan ketenangan.

Benar saja, hanya sembilan menit berselang, Ramin Rezaeian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor kembali imbang dan sejak saat itu pertandingan berubah menjadi pertarungan penuh tensi.

Mesir terus berusaha menekan. Iran juga tidak mau mengalah. Kedua tim silih berganti menyerang, tetapi tidak ada yang benar-benar mampu mendominasi. 

Maklum, kedua bangsa ini tampaknya sama-sama memiliki DNA "keras kepala" yang sudah teruji selama ribuan tahun.

Salah satu cerita paling menarik dalam pertandingan ini adalah keberhasilan Iran meredam Mohamed Salah. Bintang Mesir itu dijaga sangat ketat sepanjang laga sehingga sulit mengembangkan permainan.

Para pemain Iran tampaknya memiliki satu kesepakatan sederhana: kalau tidak bisa menghentikan sejarah panjang Mesir, setidaknya hentikan dulu Mohamed Salah. 

Akibatnya, Salah lebih sering dikelilingi pemain Iran daripada dikelilingi wisatawan di depan Piramida Giza.

Drama semakin memuncak ketika Iran mendapatkan hadiah penalti. Seluruh stadion menahan napas. Pendukung Iran mulai membayangkan kemenangan, sementara pendukung Mesir mulai sibuk berdoa dengan versi masing-masing.

Namun, kiper Mesir Mostafa Shobeir memiliki skenario berbeda. Dengan penyelamatan gemilang, ia berhasil menggagalkan tendangan Mehdi Taremi dan menjaga harapan Mesir tetap hidup.

Ketika pertandingan memasuki masa injury time, Iran akhirnya berhasil mencetak gol. Para pemain berlari merayakan, suporter melompat kegirangan, dan stadion bergemuruh. Kemenangan seolah sudah berada di depan mata.

Sayangnya, sepak bola modern selalu memiliki tokoh utama yang bisa mengubah segalanya dalam hitungan detik: VAR.

Setelah pemeriksaan yang terasa lebih lama daripada antrean pembuatan paspor, wasit memutuskan gol tersebut dianulir karena offside. Seketika suasana berubah drastis.

Pemain Iran tertunduk kecewa. Pendukung Mesir menghela napas lega. Sementara VAR sekali lagi membuktikan bahwa di era sepak bola modern, bahkan bangsa Firaun dan Persia pun harus tunduk pada keputusannya.

Pada akhirnya, laga berakhir imbang 1-1. Hasil yang terasa sangat masuk akal. Sebab, ketika Firaun bertemu Persia, tidak ada yang benar-benar kalah.

Yang kalah hanya satu: jantung para pendukung kedua tim.

*Pemain Bola Kampung

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya