Berita

Peluncuran buku karya Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Mensos Luncurkan Buku Fikih Disabilitas Mental

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 18:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meluncurkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diharapkan menjadi rujukan dalam memperkuat perlindungan hak penyandang disabilitas mental-psikososial.

Buku yang diterbitkan LBM NU, Lakpesdam NU, P3M, dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM itu diluncurkan di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, di sela Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama.

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, buku tersebut menjadi dokumen ilmiah sekaligus rujukan keagamaan yang mendorong lahirnya cara pandang yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas mental-psikososial.


Menurutnya, penyandang disabilitas mental-psikososial harus dipandang sebagai manusia yang memiliki martabat dan hak yang setara, bukan sebagai beban sosial.

"Buku ini melalui program inklusi di bawah koordinasi Komisi Nasional Disabilitas secara resmi saya luncurkan," ujar Gus Ipul dikutip pada Minggu, 28 Juni 2026.

Merespons peluncuran buku tersebut, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Aman Damanik menyebut tantangan terbesar dalam mewujudkan masyarakat inklusif adalah mengubah paradigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

"Salah satu masalah terbesar adalah paradigma, pola pandang masyarakat umum terhadap penyandang disabilitas," ujarnya.

Perubahan cara pandang tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan yang mampu menumbuhkan penghormatan terhadap kesetaraan setiap manusia.

Peluncuran buku tersebut dihadiri antara lain Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Katib Syuriah PBNU Hilmy Muhammad, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, Ketua LBM PBNU KH Mahbub Maafi, jajaran Komisi Nasional Disabilitas, serta Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Kautsar.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya