Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo melakukan prosesi injak kepala kerbau di Lampung. (Foto: Istimewa)

Politik

Pengamat Sebut Jokowi Injak Kerbau Simbol Menantang Megawati

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 17:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau di Lampung memantik tafsir politik bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dibinanya siap menantang dan menumbangkan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Poin menohok tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto. Menurutnya, penggunaan simbol kepala kerbau yang diinjak kaki Jokowi dalam safari politiknya di Lampung itu tidak bisa dianggap sekadar prosesi adat biasa.

"Simbolis kepala kerbau yang digunakan dalam ritual dan identik dengan logo PDIP, banyak tafsir yang ingin Jokowi sampaikan," kata Hari kepada RMOL, Minggu, 28 Juni 2026.


Hari menganalisis, dengan posisi baru Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI, manuver teatrikal tersebut merupakan bentuk komunikasi politik tingkat tinggi terkait peta persaingan dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Secara vulgar, Hari mengibaratkan ritual tersebut seperti pertarungan antara kekuatan baru melawan sang petahana.

"Dengan posisi Jokowi sebagai pembina PSI, bisa saja itu bagian dari bahasa politik bahwa PSI mampu bersaing dengan PDIP. Atau jelasnya Gajah mampu menginjak Banteng. Jadi Jokowi ingin mengatakan bahwa PSI mampu mengatasi dan bersaing dengan PDIP," terang Hari blak-blakan.

Meski membaca adanya sinyal konfrontasi dan unjuk kekuatan, Hari tidak menampik adanya sisi psikologis lain di balik pilihan simbol tersebut.

Ada kemungkinan tersisa romantisasi masa lalu antara mantan walikota Solo itu dengan partai yang telah membesarkan namanya hingga menjadi presiden dua periode.

"Dengan kata lain, Jokowi sejujurnya mungkin masih sayang dengan PDIP, sehingga simbolnya masih digunakan dalam acara ritualnya," pungkas Hari mengakhiri.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya