Berita

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Pelaku Usaha Diajak Naik Kelas Lewat Kopdes

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 12:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke UMKM Sasak Maiq di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 27 Juni 2026. 

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau proses produksi sekaligus berdialog dengan pelaku usaha mengenai penguatan ekosistem UMKM melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Farida menekankan Kopdes bukan sekadar bangunan
fisik, melainkan mitra strategis untuk memperluas jangkauan produk lokal. Ia menargetkan KDKMP menjadi etalase modern bagi produk-produk unggulan daerah agar tidak hanya bergantung pada wisatawan yang melintas.

fisik, melainkan mitra strategis untuk memperluas jangkauan produk lokal. Ia menargetkan KDKMP menjadi etalase modern bagi produk-produk unggulan daerah agar tidak hanya bergantung pada wisatawan yang melintas.

"Salah satu tujuannya adalah menghadirkan bangunan modern dengan fasilitas lengkap agar produk UMKM seperti Sasak Maiq ini bisa masuk ke etalase Koperasi Desa Merah Putih. Kita ingin produk ini terkonsolidasi dan didistribusikan ke seluruh jaringan koperasi di NTB, bahkan nasional," ujar Wamenkop.

Lebih lanjut, Farida menjelaskan dua peran utama KDKMP. Pertama, sebagai jalur pasok kebutuhan pangan (seperti beras, minyak, dan pupuk) untuk masyarakat desa dengan harga lebih murah karena memotong rantai distribusi yang panjang. Kedua, sebagai agregator produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Terkait kendala modal yang sering dihadapi pelaku usaha, Wamenkop menawarkan solusi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). UMKM yang bergabung menjadi anggota koperasi dapat mengakses pembiayaan dengan bunga sangat ringan, yakni 6 persen per tahun.

"Fungsinya, saat bergabung di koperasi, bapak-ibu bisa akses pembiayaan bunga rendah untuk meningkatkan produksi atau membeli alat baru. Ada juga ruang agregasi untuk saling bertukar informasi pasar," imbuhnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak harga komoditas impor, Wamenkop mengajak UMKM untuk memperkuat penggunaan bahan baku lokal. Menurutnya, UMKM adalah sektor yang paling tangguh bertahan (resilien) dibandingkan perusahaan besar yang bergantung pada bahan baku luar negeri.

"Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya swasembada pangan. Kita harus kurangi importasi dan memaksimalkan apa yang ada di dalam negeri. Pembatasan impor sebenarnya adalah bentuk perlindungan pemerintah terhadap produk UMKM kita," tegas Farida.

Dia juga mendorong UMKM di Lombok untuk mulai melirik pasar mancanegara. Ia mencontohkan keberhasilan koperasi di daerah lain yang telah mengekspor produk kuliner daerah ke Malaysia dan Singapura.

"Produk berkualitas dari Lombok ini harus terus didorong. Kami di Kementerian Koperasi akan berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti Smesco dan Kementerian Perdagangan, agar UMKM kita tidak hanya jago kandang, tapi juga bisa menembus pasar internasional," pungkasnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola koperasi untuk memastikan KDKMP benar-benar menjadi rumah yang nyaman bagi pertumbuhan ekonomi rakyat di NTB.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya