Berita

Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada. (Foto: Dokumentasi PII)

Politik

KB PII Dukung Prabowo Lawan Perampok SDA

SABTU, 27 JUNI 2026 | 23:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh kader Pelajar Islam Indonesia (PII) diminta untuk memberikan dukungan total kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Sebab, Presiden Prabowo telah berani dan konsisten tengah melakukan perlawanan terbuka terhadap gurita konglomerasi yang selama ini merampok Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia demi menciptakan pemerataan ekonomi.

?Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.


?Nasrullah mengungkapkan bahwa langkah geopolitik dan kebijakan strategis yang diambil Prabowo saat ini membuktikan kejeniusannya dalam mengamankan kedaulatan bangsa dari intervensi asing maupun rongrongan para konglomerat hitam di dalam negeri.

?"Begitu kita dengerin (pidato 20 Mei), ternyata perang terbuka Prabowo dengan konglomerat yang selama ini sudah merampok sumber daya alam kita. Siapapun presidennya, kalau kemudian presiden itu punya political will, punya kemauan yang keras untuk bangsa kita ke depan, ya mestinya kita sebagai kader umat harus memberikan dukungan," tegas Nasrullah.

?Lebih lanjut, Nasrullah membeberkan salah satu contoh nyata perampokan kekayaan negara yang kini dilawan habis-habisan oleh pemerintahan Prabowo, yakni modus ekspor ilegal satu pintu yang menguntungkan negara tetangga seperti Singapura, sementara Indonesia hanya dijadikan "sapi perah".

?"Negara yang kecil tiba-tiba menjadi pengekspor ikan hias terbesar sedunia. Kepikiran enggak tuh? Menjadi pengekspor CPO ke luar negeri. Ini kan kita juga kaget. Indonesia menjadi bahan sapi perah, kemudian Singapura yang mengambil kekayaan. Sehingga wajar, ketika Prabowo tanggal 20 Mei pidato menyerang secara terbuka konglomerat yang merampok itu, Singapura yang marah," ungkapnya.

?Di sisi lain, Nasrullah menyayangkan sikap pasif dari kalangan akademisi, pakar ekonomi, dan profesor yang justru terkesan diam dan tidak memberikan pembelaan publik secara masif atas langkah berani Presiden dalam menyelamatkan aset negara ini.

?"Begitu kita kasih permasalahan yang sebenarnya, perampokan yang terjadi di depan mata kita, diam saja. Enggak ada FGD-FGD tentang itu," tegasnya lagi.

?Oleh karena itu, Nasrullah menegaskan bahwa dukungan KB PII murni didasarkan pada political will Presiden yang tulus demi menyelamatkan masa depan bangsa dan mewujudkan pemerataan, bukan karena motif jabatan politik.

?"Saya ngomong begini, saya bukan komisaris, bukan menteri. Saya melihat political will dari seorang presiden yang betul-betul ingin menyelamatkan bangsa kita," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya