Berita

Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat bertemu Raja Charles III di London, Inggris. (Foto: Istimewa)

Dunia

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di sela-sela padatnya agenda London Climate Action Week (LCAW) 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, memenuhi undangan kehormatan untuk hadir dalam acara High-Level Super Pollutant Reception yang diselenggarakan di Istana St James's, London, pada Rabu 24 Juni 2026. 

Acara eksklusif ini turut dihadiri oleh Raja Charles III, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, serta sejumlah pemimpin dunia dan tokoh lingkungan global 

Fokus utama dari pertemuan tingkat tinggi ini adalah percepatan aksi global dalam menekan emisi "super-pollutants" atau polutan super, dengan perhatian khusus pada gas metana. Gas metana dikenal sebagai polutan super karena menyumbang hampir sepertiga dari pemanasan global yang terjadi saat ini. 


Namun, berbeda dengan karbon dioksida yang bertahan lama di atmosfer, metana dapat terurai dalam satu atau dua dekade. Oleh karena itu, pengurangan emisi metana dianggap sebagai cara tercepat untuk memperlambat laju pemanasan global .

Jumhur Hidayat memandang, isu polutan super ini sangat relevan dengan tantangan domestik yang dihadapi Indonesia. Katanya, penanganan emisi metana tidak hanya sebatas pada sektor energi dan bahan bakar fosil, melainkan sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya pengelolaan limbah makanan.

"Kehadiran kita di forum ini menegaskan komitmen Indonesia bahwa kita tidak hanya berfokus pada transisi energi, tetapi juga pada aksi-aksi nyata di sektor pengelolaan limbah," ujar Jumhur dalam keterangan tertulis, Jumat 26 Juni 2026.

Dalam acara tersebut, Raja Charles III secara khusus mengunjungi instalasi 'Methane Takeaway' yang digagas oleh The Waste and Resources Action Programme (WRAP). 

Instalasi ini menyajikan 'global meal deal' yang mendemonstrasikan bagaimana pengurangan limbah makanan merupakan salah satu solusi paling cepat dan hemat biaya untuk memangkas emisi metana.

Jumhur menekankan bahwa Indonesia telah memasukkan strategi pengurangan metana dari sektor limbah ke dalam kerangka kebijakan nasional.

"Kita sedang mendorong kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir. Mengurangi food waste bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga ketahanan pangan dan kesadaran mutlak dari pola perilaku ekonomi masyarakat kita," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya