Berita

Forum Diskusi Kebangsaan bertajuk “Gotong Royong dan Merah Putih Bond: Penguatan Ekonomi Nasional, Stabilitas Politik, dan Ketahanan Negara”, di Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Edhie Baskoro Yudhoyono:

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 17:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penting membangun instrumen investasi nasional yang mampu memperkuat mobilisasi modal dalam negeri sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat membuka Forum Diskusi Kebangsaan bertajuk “Gotong Royong dan Merah Putih Bond: Penguatan Ekonomi Nasional, Stabilitas Politik, dan Ketahanan Negara”, di Kompleks MPR, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

Ibas mengatakan bahwa kondisi global saat ini menuntut Indonesia untuk semakin adaptif dalam menjaga daya saing investasi. Menurutnya, faktor eksternal seperti konflik geopolitik, kebijakan suku bunga internasional, hingga percepatan transformasi digital dapat memengaruhi pergerakan modal dan arah investasi dunia.


"Geopolitik memengaruhi arus investasi. Suku bunga global juga menentukan masuk atau keluarnya modal. Sementara transformasi digital mengubah struktur industri secara fundamental. Karena itu Indonesia harus terus memperkuat daya saing ekonominya," kata Ibas, dikutip Kamis 25 Juni 2026.

Ibas menilai Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang mencari stabilitas dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Indonesia masih menjadi negara yang sangat menjanjikan bagi investor. Ketika banyak kawasan dunia menghadapi konflik dan ketidakpastian, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan investasi yang semakin diperhitungkan," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini.

Namun demikian, Ibas mengingatkan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan reformasi struktural yang mampu memperkuat iklim usaha nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan moneter sekaligus memastikan masyarakat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi.

"Investasi harus diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur, energi, dan ekonomi digital," pungkas Ibas.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya