Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

J.P. Morgan Peringatkan Risiko Surplus, Pasar Minyak Berpotensi Tertekan hingga 2027

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Selain memangkas proyeksi harga minyak, J.P. Morgan menyoroti perubahan dinamika pasokan dan persediaan yang berpotensi memengaruhi pasar energi global dalam beberapa kuartal mendatang.

Dalam riset yang dirilis pada Rabu 24 Juni 2026 waktu setempat, bank investasi tersebut mencatat arus pasokan minyak dunia saat ini mencapai sekitar 8,6 juta barel per hari. 

Sepanjang Juni, rata-rata aliran pasokan berada di level 6,3 juta barel per hari, meningkat signifikan dibandingkan April dan Mei.


J.P. Morgan mengungkapkan bahwa penurunan persediaan minyak komersial di negara-negara anggota OECD belum sesuai ekspektasi. 

Banyak pelaku usaha memilih mempertahankan stok yang dimiliki, sementara operasional kilang lebih banyak ditopang oleh cadangan minyak strategis pemerintah atau Strategic Petroleum Reserve (SPR). Kondisi ini membuat penyusutan stok komersial berlangsung lebih lambat dari perkiraan.

Meski demikian, J.P. Morgan masih memperkirakan persediaan minyak OECD akan berkurang sekitar 50 juta barel tambahan pada periode April hingga Juli 2027. Namun, penurunan tersebut dinilai belum cukup untuk menghilangkan risiko kelebihan pasokan.

Bank investasi itu memperingatkan pasar minyak berpotensi mengalami surplus yang cukup besar mulai kuartal IV 2026 hingga semester I 2027. Karena itu, setelah produksi mencapai puncaknya pada akhir 2026, para produsen diperkirakan perlu memangkas output pada awal 2027 guna mencegah kelebihan pasokan dan menjaga stabilitas harga.

Ancaman surplus pasokan, di tengah pertumbuhan permintaan yang melambat, menjadi faktor utama yang mendasari pandangan J.P. Morgan yang lebih konservatif terhadap prospek harga minyak Brent dalam jangka menengah.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya