Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

PDIP Lebih Untung jadi Oposisi

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 00:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

RMOL. Ambiguitas sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diperkirakan tidak memberikan keuntungan elektoral.

Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an menilai, isu PDIP tidak tegas memilih sebagai oposisi mulai diangkat oleh partai politik (parpol) lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ia menyebut PKB memakai isu aksi mahasiswa beberapa waktu lalu sebagai ketidaktegasan posisi PDIP, karena nampak kader Partai Banteng Andi Widjajanto bersama massa aksi.


“Menurut saya, PDIP perlu mempertegas sikap politiknya," ujar Ali saat dihubungi RMOL di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. 

Magister ilmu politik Universitas Indonesia (UI) itu memandang, jika PDIP hanya memakai istilah "Mitra Penyeimbang" pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran, bukan tidak mungkin efek elektoral menuju Pemilu 2029 akan merosot.

Oleh karena itu, Ali menyarankan parpol besutan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini mempertegas sikap politiknya terhadap pemerintah.

Meskipun jika ditelaah di sisi yang lain, tak bisa dipungkiri ada hubungan baik antara Presiden Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra dengan Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

"Ini (jika tegas menjadi oposisi) lebih menguntungkan secara elektoral, seperti pengalaman masa lalu, saat jadi oposisi pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono Presiden ke-6 RI)," demikian Ali menambahkan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya