Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Menyadari Situasi Sedang Tidak Baik-Baik Saja

RABU, 24 JUNI 2026 | 19:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto dinilai memahami situasi Indonesia saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, hal tersebut jelas terlihat saat sang presiden berpidato di acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026, Rabu, 24 Juni 2026. 

Saat menutup pidatonya, Prabowo sempat meminta doa restu dan juga meminta kepada rakyat untuk percaya terhadap pemimpin dan pemerintah Indonesia. 


"Percayalah kepada pemimpin mu, percayalah kepada pemerintah mu. Tidak ada niat lain, kami ingin lihat rakyat kita senyum, kami ingin lihat rakyat kita sejahtera. Tidak ada niat lain saudara-saudara," kata Prabowo dalam pidatonya.

Hensa berpendapat, Prabowo seperti ingin menyampaikan kepada rakyat kalau ia pun memahami kepercayaan masyarakat kepada pemerintahannya sedang menurun.

Tak hanya itu, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini melihat kalau Prabowo ingin meyakinkan masyarakatnya bahwa kabinetnya benar-benar bekerja untuk rakyat.

"Ini kan harusnya menjadi pertanyaan, kenapa Pak Prabowo sampai perlu menyampaikan hal tersebut kepada publik?  Saya melihatnya, Pak Prabowo paham kini kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya sedang menurun, sehingga ia perlu meyakinkan masyarakat untuk kembali mempercayai  kerja-kerja kabinetnya," ujar Hensa kepada wartawan.

Ia pun berpendapat, penutup Prabowo yang menyerukan "Indonesia Bangkit" menandakan bahwa presiden menyadari Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan dan membutuhkan semangat kebangkitan bersama dari seluruh rakyat.

Tak hanya itu, seruan itu juga mencerminkan upaya Prabowo untuk membangun optimisme di tengah kondisi yang diakuinya belum sepenuhnya baik.

"Kalimat 'Indonesia Bangkit' bukan sekadar slogan, melainkan ajakan agar seluruh elemen bangsa bahu-membahu mengatasi berbagai masalah yang ada," imbuh Hensa.

Menurut Hensa, pidato penutup Prabowo tersebut juga menjadi sinyal bagi para menteri untuk segera menunjukkan hasil kerja nyata di lapangan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kabinet Prabowo akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam mengatasi berbagai isu yang saat ini membuat masyarakat resah.

"Sekarang seperti ini, mampu enggak menteri-menteri Prabowo kembalikkan kepercayaan publik terhadap pemerintah?  Dan juga, bisa enggak bersama-sama mewujudkan 'Indonesia Bangkit' yang diucap pak Prabowo di pidato itu? Karena pak Presiden meyakini Indonesia akan bangkit, harusnya menteri-menteri terus serius tunjukkan kinerjanya ke publik," pungkas Hensa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya