Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Publik Sangat Ingin Tahu soal Asli atau Palsu Ijazah Jokowi

RABU, 24 JUNI 2026 | 17:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi telah membuat masyarakat terus memperdebatkan persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan secara sederhana.

Demikian disampaikan pengamat hukum sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri, Rabu 24 Juni 2026.

"Buat kami, warga bangsa, soal palsu tidaknya ijazah itu penting. Ini menyangkut legitimasi dari seorang pemimpin. Ini soal integritas. Kalau memag tidak selesai atau tidak lulus tetapi mempunyai ijazah berarti dia seorang pembohong," kata Andri.


Andri berpandangan bahwa kepastian mengenai keaslian ijazah penting karena berkaitan dengan integritas seorang pemimpin. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa apabila ijazah yang dipersoalkan memang ada dan asli, maka polemik tersebut seharusnya selesai.

"Para pembohong itu, tambahnya tidak lolos dari ujian moral untuk menjadi pemimpin apalagi untuk menjadi presiden," kata Andri. 

Tetapi kalau ternyata ijazahnya ada dan asli, kata Andri, berarti kasus ini selesai. Makanya, dalam persidangan yang akan dijalani Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa nanti, tidak bisa hanya berfokus kepada pencemaran naik baik. 

"Tetapi persidangan itu harus menjadi media pembuktian tentang ijazah Jokowi," kata Andri.

Karena itu, Andri meminta aparat penegak hukum dan pengadilan tidak membatasi ruang pembuktian hanya pada unsur pencemaran nama baik semata.

"Tidak boleh ada rekayasa di pengadilan lewat polisi dan jaksa yang hanya fokus pada pencemaan nama baik, sementara starus ijazahnya tidak diutak-utik," kata Andri.

Ia juga menilai Roy Suryo dan Dokter Tifa telah menunjukkan sikap kooperatif dengan mengikuti seluruh tahapan proses hukum yang berjalan.

"Tidak seperti dua pendukung Jokowi, yaitu Silfelter Matutina dan Razman Nasution yang kasusnya sudah inkrah malah kabur dan menghilang," pungkas Andri.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya