Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menerima audiensi perwakilan 8 pemerintah daerah di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu, 18 Juni 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Politik

Kemensos Mulai Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di 8 Titik

SELASA, 23 JUNI 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tahap pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen untuk di 8 titik, mulai dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menerima audiensi perwakilan 8 pemerintah daerah di kantor Kemensos, Kamis pekan lalu, 18 Juni 2026.

Dimulainya pembangunan fisik Sekolah Rakyat di 8 titik ini karena proses penyediaan lahan oleh sejumlah pemerintah daerah (Pemda) telah selesai.


Delapan Pemda tersebut di antaranya Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Toba, Kabupaten Kudus, Kabupaten Malaka, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Mimika.

"Tanah disediakan oleh kabupaten/kota atau provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.

Sebelumnya, para bupati dan wakil bupati melaporkan bahwa lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah disiapkan, bahkan sebagian telah melalui tahapan pengukuran dan verifikasi kesiapan. 

Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, menyampaikan bahwa lahan di daerahnya telah disiapkan sebagai bagian dari persyaratan memasuki tahap pembangunan.

“Kami telah menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat, bahkan juga untuk Sekolah Garuda. Secara prinsip, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah siap,” ujarnya.

Bupati Toba, Effendi S. P. Napitupulu, menyampaikan bahwa lahannya telah dipetakan, meskipun proses lanjutan masih menyesuaikan kondisi lapangan.

“Kami sudah menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat permanen dan telah mengukur kesiapan lahan tersebut. Namun karena adanya bencana alam di wilayah kami, Kementerian PU masih menunda proses lanjutan,” katanya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa lahan yang disiapkan telah memenuhi kriteria teknis dan siap ditindaklanjuti.

“Kami sudah menyiapkan kurang lebih 8 hektare lahan yang flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyampaikan bahwa penyediaan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.

“Untuk lahan pembangunan permanen Sekolah Rakyat, kami sudah bekerja sama dengan Perhutani dan Brigif dengan luas kurang lebih 10 hektare,” ujarnya.

Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi bagi masyarakat miskin ekstrem yang dijalankan melalui penjangkauan aktif oleh pemerintah daerah. 

Dia juga menjelaskan saat ini 93 titik Sekolah Rakyat permanen hampir rampung pembangunan fisiknya, sehingga dapat menampung lebih banyak siswa dari keluarga prasejahtera. 

“Program ini memang untuk mereka yang paling miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini harus benar-benar untuk mereka,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka.

“Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati atau wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif,” katanya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya