Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Menkes Usul Pasien TB Terima MBG, Ini Alasannya

SELASA, 23 JUNI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penderita tuberkulosis (TB) diusulkan masuk dalam daftar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai, penderita TB membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mempercepat proses pemulihan selama menjalani pengobatan.

Usulan tersebut didasarkan pada berbagai hasil penelitian internasional yang menunjukkan kecukupan gizi dapat meningkatkan daya tahan tubuh pasien TB sehingga mempercepat kesembuhan.


"Orang yang penderita TBC diobati selama 6 sampai 12 bulan, kondisi fisiknya lemah. Kalau mendapat asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya," kata Budi kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, skema tersebut juga telah diterapkan di sejumlah negara seperti India dan China. Selain mempercepat pemulihan, pemberian gizi tambahan dinilai dapat menekan angka kematian akibat TB yang masih tinggi di Indonesia.

"TB itu penyakit mematikan. Setiap tahun sekitar 126 ribu orang meninggal. Artinya, setiap lima menit ada dua orang meninggal karena TBC di Indonesia," kata Budi.

Budi menjelaskan, usulan itu disampaikan saat berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang terkait penyempurnaan sasaran penerima MBG.

Dari sisi Kesehatan, kata Budi, terdapat empat kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita di bawah lima tahun, dan penderita TB.

"Kalau empat target ini kecukupan gizinya dipenuhi, masalah kesehatan kita akan turun drastis. Itu sudah dibuktikan di jurnal-jurnal internasional," kata Budi.

Meski demikian, Budi menegaskan usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan kapan akan direalisasikan.

"Belum, karena ini baru diskusi," pungkas Budi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya