Amir Hamzah. (Foto: RMOL)
Pengelolaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair sudah saatnya dilakukan Pemprov DKI Jakarta agar fungsi utamanya sebagai pesta rakyat dapat dikembalikan.
Pemerhati Jakarta, Amir Hamzah mengatakan, Jakarta Fair yang selama puluhan tahun menjadi ikon perayaan hari jadi Jakarta seharusnya tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Jakarta Fair sejak awal dirancang sebagai pesta rakyat," kata Amir kepada wartawan, Selasa 23 Juni 2026.
Amir menjelaskan, langkah cepat yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran tahun ini adalah memberikan kebijakan hari gratis masuk bagi masyarakat, terutama pada akhir pekan yang biasanya menjadi waktu favorit warga berkunjung.
"Pemprov DKI harus segera bernegosiasi dengan pengelola agar ada beberapa hari yang digratiskan, khususnya saat akhir pekan. Ini penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan Jakarta Fair sebagai pesta rakyat yang sesungguhnya," kata Amir.
Menurutnya, secara historis kawasan eks Bandara Kemayoran merupakan aset strategis yang pengelolaannya diberikan dari pemerintah pusat kepada Pemprov DKI Jakarta. Namun, dalam perkembangannya, pengelolaan kawasan dilakukan pihak swasta yakni PT Jakarta International Expo (JIExpo).
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tanah eks Bandara Kemayoran merupakan aset yang sangat bernilai dan pada prinsipnya diperuntukkan bagi kepentingan publik," kata Amir.
Amir juga menyoroti kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di PT JIExpo yang saat ini hanya sekitar 13 persen. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi dan dinegosiasikan kembali agar memberikan manfaat yang lebih adil bagi masyarakat Jakarta.
"Pemprov harus menegosiasikan ulang posisi kepemilikan sahamnya," kata Amir.