Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bitcoin Anjlok Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

SELASA, 23 JUNI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin turun 1,62 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di level 62.866 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap pada Selasa, 23 Juni 2026. Penurunan ini terutama dipicu oleh meningkatnya aksi penghindaran risiko (risk-off) di pasar global, terutama setelah saham-saham teknologi mengalami tekanan jual.

Saat ini, pergerakan Bitcoin memiliki korelasi yang cukup kuat dengan indeks saham S&P 500, mencapai sekitar 62 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin bergerak mengikuti sentimen pasar keuangan global, bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor internal industri kripto.

Tekanan terbesar datang dari pelemahan pasar saham Amerika Serikat dan Asia, khususnya sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 1,3 persen, sementara indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari 6 persen hari ini. Situasi ini mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk Bitcoin.


Kondisi tersebut menandakan bahwa dalam jangka pendek Bitcoin diperdagangkan layaknya aset teknologi berisiko tinggi, bukan lagi dianggap sebagai aset lindung nilai yang terpisah dari gejolak pasar saham.

Di sisi lain, investor institusional juga terlihat semakin berhati-hati. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar dana bersih selama enam minggu berturut-turut, dengan total penarikan mencapai 227 juta Dolar AS pada pekan lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa investor besar masih cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap Bitcoin.

Secara teknikal, Bitcoin juga berada dalam posisi yang kurang menguntungkan setelah menembus ke bawah rata-rata pergerakan 30 hari dan 200 hari yang berada di kisaran 64.243-64.489 Dolar AS. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 33,82 yang menunjukkan momentum masih bearish, meski belum memasuki area jenuh jual (oversold).

Untuk jangka pendek, pasar akan mencermati laporan keuangan perusahaan semikonduktor Micron yang dijadwalkan rilis pada 25 Juni. Jika hasilnya mengecewakan dan memicu pelemahan lebih lanjut pada saham teknologi, tekanan terhadap Bitcoin berpotensi semakin besar.

Level 63.000 Dolar AS menjadi area penopang (support) yang sangat penting. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, harga berpeluang menguji kembali area resistensi di kisaran US$64.389 hingga US$64.998. Namun, apabila menembus ke bawah US$63.000, harga berisiko turun menuju area 60.000-61.000 Dolar AS.

Selain itu, investor juga perlu mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pada 2 Juli serta data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) pada 14 Juli. Kedua data tersebut berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve) dan menentukan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Bitcoin masih cenderung bearish. Untuk membalikkan tren penurunan, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas area 64.389-64.998 Dolar AS serta didukung oleh kembalinya arus dana masuk ke ETF Bitcoin. 

Pertanyaan utama yang kini menjadi perhatian pasar adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan level 63.000 Dolar AS dalam 24 hingga 48 jam ke depan, atau justru akan kembali tertekan dan memicu gelombang penurunan yang lebih dalam.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya