Berita

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PKS, Askweni. (TVR Parlemen)

Politik

Banggar Usul Skema Khusus untuk Daerah dengan Beban Fiskal Berat

SELASA, 23 JUNI 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Keterbatasan anggaran dan tingginya beban utang daerah dinilai membuat banyak kepala daerah kesulitan menjalankan pemerintahan sekaligus merealisasikan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat. 

Karena itu, pemerintah pusat didorong menyiapkan kebijakan khusus bagi daerah dengan kondisi fiskal yang berat.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PKS, Askweni, mengatakan tidak sedikit kepala daerah yang baru dilantik justru mewarisi utang dalam jumlah besar dari pemerintahan sebelumnya. Kondisi tersebut, menurutnya, mempersempit ruang fiskal daerah untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.


"Ada bupati atau kepala daerah yang begitu dilantik mewarisi surat pengakuan utang dari kepala daerah sebelumnya sampai menyentuh angka setengah triliun atau Rp500 miliar. Di sisi lain, kepala daerah tersebut harus menunaikan janji-janji kampanye kepada masyarakat. Ini bagaimana mungkin?" kata Askweni dalam rapat Banggar DPR, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Askweni, pemerintah pusat tidak boleh mengabaikan persoalan tersebut. Daerah yang menghadapi tekanan fiskal berat perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus agar roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

"Saya mohon kepada pemerintah pusat untuk memastikan informasi ini kepada daerah-daerah. Mereka perlu ada perlakuan atau kebijakan khusus, setidaknya agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema khusus dalam penyaluran transfer ke daerah bagi wilayah yang dibebani utang besar. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

"Daerah-daerah seperti ini perlu penanganan khusus sehingga mereka bisa menyelamatkan pemerintahan mereka. Jangan sampai ASN menjadi korban atau pembangunan infrastruktur terbengkalai. Kalau tidak dibantu pemerintah pusat, kecil kemungkinan visi-visi kepala daerah bisa diwujudkan," tegasnya.

Selain persoalan utang, Askweni menyoroti dampak anomali cuaca yang menyebabkan kerusakan infrastruktur di berbagai daerah. Menurutnya, banyak pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan fiskal yang memadai untuk memperbaiki jalan dan fasilitas umum tanpa dukungan dari pemerintah pusat.

"Jalan itu penting karena masyarakat mungkin bisa berusaha sendiri untuk mencari makan. Tapi kalau akses jalan rusak, masyarakat tidak mungkin bisa mengatasinya sendiri. Karena itu pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian khusus pemerintah pusat," pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya