Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Politik

Pengkritik MBG Persoalkan Tata Kelola Bukan Tujuan Program

SELASA, 23 JUNI 2026 | 10:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza sebagai inisiatif yang mulia dan penting. 

Dalam podcast YouTube Hendri Satrio Official, Faisol membeberkan dari sudut pandang filosofi dan nilai, termasuk dasar agama yang menekankan kewajiban negara terhadap kelompok rentan seperti masyarakat miskin, perempuan, dan anak-anak, MBG memiliki landasan yang kuat.

Meski demikian, Wamenperin mencatat kritik yang selama ini diarahkan bukan pada tujuan program, melainkan pada aspek manajemen seperti tata kelola, proses pelaksanaan, dan verifikasi kualitas. 


"Saya yakin bahkan yang mengkritik pun mungkin merasa bahwa pada dasarnya MBG bukan program yang salah, tetapi mungkin yang dilihat selama ini adalah pengelolaan pengelolaan yang dilihat selama ini adalah manajemennya tata kelola, prosesnya kemudian verifikasinya kualitasnya, dan seterusnya," ujar Faisol dalam tayangan podcast Hendri Satrio Official tersebut, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.

Oleh karena itu, ia pun menyambut langkah evaluasi yang sedang dilakukan pemerintah. Saat ini Presiden Prabowo juga telah menugaskan kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik S. Deyang, untuk memperbaiki secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi beban fiskal yang ditanggung negara akibat pelaksanaan program.

"MBG tentu akan dievaluasi, tapi bahwa program MBG itu adalah program yang penting sekali itu buat kita itu saya kira enggak ada terlalu banyak perdebatan," kata Faisol.

Faisol menambahkan bahwa penyesuaian menu MBG juga penting. Ia mengingat kebiasaan konsumsi masa lalu dan perubahan kebutuhan gizi sekarang, serta menekankan bahwa variasi menu yang sudah disusun untuk anak-anak akan sangat berguna bagi fase pertumbuhan mereka.

"MBG dengan variasi menu yang sudah dibuat untuk anak-anak pasti akan sangat berguna di masa-masa pertumbuhan mereka," pungkas Faisol.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya