Berita

Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus (Foto: istimewa)

Politik

Deddy Heran Banyak yang Tak Ikhlas PDIP Berada di Luar Pemerintahan

SELASA, 23 JUNI 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP menjelaskan makna posisi partai berlambang banteng sebagai penyeimbang di luar pemerintahan. Dalam hal ini, merupakan bagian dari mekanisme checks and balances terhadap jalannya pemerintahan.

Demikian ditegaskan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menanggapi pertanyaan sejumlah elite partai koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran mengenai sikap politik PDIP sebagai partai penyeimbang.

Menurut Deddy, fungsi penyeimbang dijalankan DPR untuk mengawasi pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan. 


Ia menilai kondisi saat ini, ketika mayoritas kursi parlemen dikuasai partai-partai pendukung pemerintah yang juga berada di kabinet, berpotensi melemahkan fungsi pengawasan.

"Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru? Apakah DPR masih dibutuhkan?” ujar Deddy kepada wartawan, Selasa, 23 Juni 2026.

Deddy juga menegaskan, yang dimaksud dengan penyeimbang bukan berarti selalu berseberangan dengan pemerintah. 

Menurutnya, partai di luar pemerintahan tetap dapat mendukung kebijakan yang dinilai baik, namun juga memiliki kebebasan untuk memberikan kritik, masukan, maupun pandangan berbeda.

“Jika semua partai berada dalam pemerintahan, maka fungsi checks and balances itu akan berpindah ke jalanan dalam bentuk demonstrasi. Coba cek, apakah partai-partai yang memiliki menteri di kabinet berani menyampaikan kritik terhadap menteri mereka atau pemerintahan secara umum?” sambungnya.

Lebih jauh, Deddy juga mengaku kerap menerima keluhan dari sesama anggota DPR yang merasa tidak leluasa menyampaikan pandangan kritis karena berada dalam barisan pemerintah.

"Saya pribadi selaku anggota DPR sering menerima curhat dari sesama anggota dewan tentang betapa sulitnya mereka berbicara dengan leluasa karena posisi di dalam pemerintahan atau takut mendapat telepon dari sana-sini,” ungkap Legislator PDIP ini.

Atas dasar itu, Deddy mengaku heran dengan sikap sejumlah partai yang menurutnya tidak rela jika PDIP tetap berada di luar pemerintahan. Ia menegaskan, keberadaan partai di luar pemerintahan merupakan hal yang lazim dalam sistem demokrasi.

“Saya heran mengapa partai lain terkesan tidak ikhlas jika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan. Negara yang seluruh partai politiknya berada di dalam pemerintahan hanya ada di negara-negara otoriter seperti Korea Utara atau negara dengan sistem partai komunis seperti di Tiongkok. Indonesia adalah negara demokrasi, dan perbedaan posisi politik adalah hal yang wajar dan sehat bagi demokrasi itu sendiri,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya