Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi Nol Persen, Industri Dapat Stimulus Baru

SELASA, 23 JUNI 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah memutuskan menghapus tarif Bea Masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan industri petrokimia serta bahan baku plastik sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026. 

Kebijakan tersebut ditempuh untuk meringankan biaya produksi industri sekaligus menyediakan alternatif bahan baku pengganti nafta di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah itu merupakan arahan Presiden sebagai respons terhadap kondisi global yang masih bergejolak.


“Arahan Bapak Presiden dengan ketidakpastian situasi, maka pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Nah, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Airlangga, insentif tersebut diperkirakan mampu menciptakan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun, terutama melalui efisiensi biaya bagi industri dan dampak pengganda terhadap aktivitas ekonomi.

“Dengan ini, (Bea Masuk 0 persen) diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan efek multiplier efek atau efek pengganda yang bisa didorong,” kata dia.

Pemerintah memangkas tarif Bea Masuk LPG dari sebelumnya 5 persen menjadi nol persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meredam tekanan biaya produksi, mengingat harga LPG mengalami kenaikan seiring konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Selain LPG, pemerintah juga menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor bahan baku plastik. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga produk plastik di dalam negeri, terutama karena plastik masih menjadi material utama kemasan berbagai produk pangan.

"Pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang 0 persen ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama hampir seluruh packaging makanan dibungkus dengan plastik sambil kita menunggu perkembangan daripada situasi," jelasnya.

Dalam paket stimulus yang sama, pemerintah turut menghapus Bea Masuk impor suku cadang pesawat guna meningkatkan daya saing industri penerbangan dan sektor perawatan pesawat dalam negeri.

“Pemerintah juga terus mendorong untuk impor suku cadang pesawat ini diturunkan menjadi 0 persen. Ini juga untuk mendukung industri penerbangan dan industri MRO (maintenance, repair, and operations) agar daya saing industri MRO juga lebih bisa ditingkatkan,” jelas Airlangga.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya