Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Greenback Menguat, Pasar Sambut Progres Awal Negosiasi AS-Iran

SELASA, 23 JUNI 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat di pasar uang New York menguat pada penutupan perdagangan Senin 22 Juni 2026, didorong sentimen positif pasar terhadap perkembangan awal pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. 

Di sisi lain, Poundsterling bergerak tidak stabil setelah muncul kabar pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,16 persen ke level 101. Sementara itu, euro melemah 0,36 persen ke posisi USD1,1427. 


Dari sisi geopolitik, Washington disebut menangguhkan sanksi terhadap Iran selama 60 hari menyusul putaran awal negosiasi menuju kesepakatan damai. Di saat yang sama, laporan juga menunjukkan situasi yang lebih tenang di Lebanon setelah sebelumnya terjadi eskalasi yang sempat memicu ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Perkembangan ini turut menekan harga minyak dunia. 

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyampaikan bahwa guncangan inflasi di kawasan Euro masih signifikan dan tidak dapat diabaikan. Namun, ia menilai kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang atau memicu efek lanjutan yang berbahaya.

Di Inggris, Poundsterling sempat jatuh ke level terendah sesi di 1,3175 Dolar AS setelah pengumuman pengunduran diri Keir Starmer dari jabatan Perdana Menteri. Namun mata uang tersebut kemudian berbalik arah dan ditutup menguat tipis 0,08 persen di 1,3243 Dolar AS.

Langkah mundurnya Starmer memunculkan ketidakpastian politik baru di Inggris, dengan nama Andy Burnham disebut berpeluang menjadi kandidat kuat dari Partai Buruh untuk posisi perdana menteri berikutnya. Jika terjadi, Inggris dapat mencatatkan perdana menteri ketujuh dalam satu dekade terakhir.

Di pasar Asia, Yen Jepang kembali tertekan terhadap dolar AS. Mata uang tersebut melemah 0,14 persen ke 161,50 per Dolar, setelah sempat menyentuh 161,92 dan mendekati level terlemah dalam dua tahun terakhir. Jika menembus 161,96, Yen akan berada di posisi terendah sejak 1986.

Pelemahan Yen terjadi meski Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga, karena ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve justru meningkat dan memperkuat daya tarik Dolar AS.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi pergerakan mata uang yang dianggap berlebihan. Pasar juga mencermati kemungkinan intervensi otoritas Jepang maupun respons dari Amerika Serikat.

Sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk Deutsche Bank dan Bank of America Global Research, merevisi proyeksi kebijakan Federal Reserve dengan memasukkan peluang kenaikan suku bunga mulai September. Bank of America bahkan memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada September, Oktober, dan Desember.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya