Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupten Jombang, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu, 20 Juni 2026 (Foto: Div Humas Mabes Polri)

Presisi

Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur

SABTU, 20 JUNI 2026 | 13:44 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Ziarah ke makam merupakan bentuk penghormatan Polri kepada tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.

Hal itu yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bila ziarah ini juga menjadi momentum mengenang kontribusi Gus Dur dalam perjalanan reformasi nasional, termasuk penguatan institusi Polri.


“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri,” ujar Johnny kepada wartawan.

Johnny juga menyebut bahwa ziarah ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026.

Sebagai informasi, Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Selama masa kepemimpinannya, ia melanjutkan agenda reformasi, antara lain dengan mendorong profesionalisme militer dan memperkuat supremasi sipil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pada era pemerintahan Gus Dur, pemisahan TNI dan Polri dikukuhkan melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

KH Abdurrahman Wahid juga dikenang sebagai "Bapak Pluralisme" karena konsistensinya memperjuangkan nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan keharmonisan antaretnis di Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya