Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Penguatan Rupiah Ditopang Utang Global Danantara

SABTU, 20 JUNI 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penguatan nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari terakhir dinilai terjadi karena penerbitan obligasi global perdana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai dana yang masuk dari penerbitan utang senilai 1,5 miliar Dolar AS itu menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan mata uang Garuda.

Namun demikian, penguatan Rupiah dengan aliran modal portofolio tersebut bersifat sementara. Menurutnya, aksi penerbitan obligasi Danantara berbeda dengan investasi langsung yang menghasilkan pembangunan pabrik maupun penciptaan lapangan kerja.


"Faktor penguatan kurs Rupiah sepekan terakhir bukan karena masuknya realisasi investasi asing seperti pembangunan pabrik, melainkan salah satunya dipicu aksi Danantara menerbitkan obligasi," kata Bhima dalam keterangannya, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut Bhima, penerbitan utang tersebut memang dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek. Namun efeknya tidak sekuat investasi langsung yang berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi riil.

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengklaim penguatan Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi karena membaiknya persepsi investor terhadap Indonesia setelah pemerintah dan Danantara melakukan berbagai langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar.

“Kalau kita lihat beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun Rupiah mengalami penguatan relatif cepat juga. Dan kita ketahui percepatan ini atau penguatan pasar modal dan Rupiah tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Rosan mengatakan Danantara telah melakukan roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia dan bertemu sekitar 122 investor global. 

Menurutnya, investor yang sebelumnya meragukan prospek ekonomi Indonesia mulai kembali percaya terhadap arah kebijakan pemerintah dan fundamental ekonomi nasional.

"Pada saat mereka melihat bahwa apa yang dilakukan Danantara dan kebijakannya ini membalikkan momentum persepsi yang ada, persepsi yang mungkin mereka tadinya agak ragu terhadap ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita, tapi setelah mereka lihat Indonesia merespons dengan baik dan benar," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak Danantara menerbitkan obligasi perdananya pada 12 Juni 2026 lalu, kurs Rupiah menguat ke kisaran Rp17.600-Rp17.700 per Dolar AS, dari kisaran Rp18.000 pada pekan-pekan sebelumnya.

Meski demikian, penguatan Rupiah ini juga terjadi setelah Bank Indonesia terus mengerek suku bunga ke level 5,75 persen pada 18 Juni 2026.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya