Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

SABTU, 20 JUNI 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dan perak kembali tertekan pada akhir perdagangan Jumat 19 Juni 2026, seiring menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini.

Emas turun ke level 4.150 Dolar AS per ons, terendah sejak 11 Juni, sekaligus menempatkannya di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut. 

Tekanan terhadap logam mulia meningkat setelah Dolar AS menguat ke posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir menyusul keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan, namun menyampaikan pandangan yang lebih hawkish.


Dari 19 pejabat pembuat kebijakan The Fed, sembilan di antaranya kini memperkirakan setidaknya masih ada satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir 2026. 

Pasar juga menilai peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai sekitar 70 persen.

Sentimen negatif bagi emas semakin bertambah setelah Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun menjadi 4.900 Dolar AS per ons dari sebelumnya 5.400 Dolar AS per ons.

Tekanan serupa juga dialami perak. Harga logam tersebut merosot di bawah 65 Dolar AS per ons, level terendah sejak 11 Juni, dan diperkirakan mencatat pelemahan mingguan sekitar 4,5 persen.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak, sekaligus menopang penguatan Dolar AS.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar setelah Swiss mengumumkan bahwa kesepakatan yang direncanakan antara AS dan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung pada Jumat. 

Namun, faktor tersebut belum mampu mengimbangi tekanan yang berasal dari penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya