Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Eropa

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

SABTU, 20 JUNI 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat 19 Juni 2026 waktu setempat, setelah meredanya tren penurunan imbal hasil obligasi pemerintah.

Indeks Euro STOXX 50 turun 0,3 persen ke level 6.302, sementara STOXX 600 terkoreksi 0,2 persen menjadi 636. Meski demikian, kedua indeks masih membukukan penguatan mingguan masing-masing sebesar 1,9 persen dan 0,4 persen.

Sentimen pasar berubah lebih hati-hati setelah Iran menunda pembicaraan terkait program nuklirnya dengan Amerika Serikat, sehingga memudarkan harapan deeskalasi konflik yang sebelumnya mendorong penurunan harga energi dan menopang penguatan saham-saham Eropa. 


Di sisi lain, aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan mulai kembali berjalan, membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Saham sektor barang mewah menjadi salah satu penekan utama pasar, dengan LVMH, Hermès, dan Ferrari mengalami pelemahan. 

Saham teknologi juga tertekan, termasuk ASML dan Prosus. Di Jerman, DAX 40 turun 0,2 persen ke level 25.026, menghentikan reli enam hari beruntun. Volkswagen terkoreksi lebih dari 4 persen setelah diperdagangkan tanpa dividen, sementara saham-saham pertahanan seperti Rheinmetall, Renk, dan Hensoldt justru menguat seiring meningkatnya permintaan aset yang dinilai lebih defensif.

Di Prancis, CAC 40 melemah 0,5 persen ke 8.421, dipengaruhi oleh batalnya pembicaraan AS-Iran yang sedianya berlangsung di Swiss serta masih kuatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Namun, saham TotalEnergies menguat di tengah ketidakpastian prospek pasokan minyak dunia.

Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris turun 0,4 persen dan mengakhiri pekan dengan penurunan lebih dari 1 persen. Saham-saham pertambangan menjadi pemberat utama di tengah volatilitas harga komoditas, sedangkan sektor energi, farmasi, dan pertahanan masih mencatat kenaikan.

Secara keseluruhan, pasar ekuitas Eropa tetap mampu membukukan kenaikan mingguan, namun investor diperkirakan akan terus mencermati perkembangan diplomasi di Timur Tengah, pergerakan harga energi, serta prospek kebijakan suku bunga bank sentral utama sebagai penentu arah pasar berikutnya.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya