Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Polri Hingga Komdigi Harus All-Out Berantas Judi Bola di Momen Piala Dunia 2026

SABTU, 20 JUNI 2026 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PPATK mewaspadai potensi lonjakan aktivitas judi online selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan transaksi judi bola yang secara historis mengalami kenaikan signifikan ketika turnamen sepak bola berskala besar berlangsung. 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan lembaganya, aktivitas transaksi deposit judi online umumnya meningkat pada akhir pekan dan melonjak ketika kompetisi sepak bola besar digelar.

Merespons momentum ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta PPATK, Komdigi, serta Polri bersinergi secara maksimal untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas judi online, khususnya judi bola, selama gelaran Piala Dunia 2026.


“Saya minta PPATK, Komdigi, dan Polri all-out menghadapi lonjakan judi bola selama momen Piala Dunia. Jangan anggap ini masalah musiman atau sepele hanya karena terjadi empat tahun sekali. Justru di momen seperti ini, aktivitas judol biasanya meledak dan uang masyarakat Indonesia mengalir dalam jumlah besar ke jaringan-jaringan judi yang sebagian besar beroperasi dari luar negeri. Ini harus dicegah semaksimal mungkin,” ujar Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut dia, pemberantasan judi online harus dipandang sebagai upaya negara melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan secara ekonomi maupun sosial. Karena itu, seluruh instrumen penegakan hukum dan pengawasan harus bekerja secara agresif sejak dini.

“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga perlindungan masyarakat. Karena itu saya minta server-server judi diburu dan ditutup sebanyak mungkin, operatornya diungkap, pelakunya ditangkap, dan aliran dananya diputus,” jelasnya.

“Pokoknya harus all-out. Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar dan jaringan judol memanfaatkan euforia Piala Dunia untuk menjaring korban baru. Negara harus hadir melindungi masyarakat dari jebakan-jebakan seperti ini,” tandas Sahroni.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya