Ilustrasi (Foto: RMOL via Gemini AI)
Ilustrasi (Foto: RMOL via Gemini AI)
Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono menilai, program pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit tersebut, berpotensi memberikan manfaat terhadap devisa negara dan pengurangan emisi.
"Kalau yang disampaikan demikian, memang itu akan menurunkan angka impor. Salah satu dampaknya nanti juga bisa terhadap apresiasi nilai tukar rupiah," ujar Hendry dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.
Populer
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19
UPDATE
Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19
Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19
Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04
Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35
Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33
Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22