Berita

Ilustrasi Spesifikasi Biodiesel B50 (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Spesifikasi Biodiesel B50 yang Akan Diluncurkan 1 Juli 2026

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 21:40 WIB | OLEH: TIFANI

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, yaitu biodiesel B50, mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar tersebut nantinya akan tersedia di SPBU seluruh Indonesia dan digunakan secara massal sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. 

Sebelum resmi diterapkan, pemerintah masih melakukan evaluasi akhir terhadap hasil uji teknis yang telah berlangsung di berbagai sektor. Mengutip keterangan resmi Kementerian ESDM, Kamis (18/6/2026), hasil pengujian sementara menunjukkan perkembangan positif dan akan menjadi dasar penetapan implementasi nasional B50.

Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, BBM B50 B50 disiapkan sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasokan dan harga energi global. Selain meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.


B50 merupakan kelanjutan dari program biodiesel yang sebelumnya telah diterapkan di Indonesia, mulai dari B35 hingga B40, atau yang dikenal masyarakat sebagai biosolar. Perbedaan utama antar-jenis biodiesel tersebut terletak pada komposisi campuran biodiesel berbasis minyak nabati, yang mayoritas berasal dari kelapa sawit, dengan solar konvensional.

Sebagai perbandingan, B35 mengandung 35 persen biodiesel dan 65 persen solar. Sementara B40 terdiri dari 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.

Sedangkan B50 memiliki komposisi 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar, sehingga porsi energi terbarukan yang digunakan menjadi lebih besar dibandingkan program sebelumnya. Penggunaan biodiesel seperti B50 umumnya ditujukan untuk mesin diesel yang banyak digunakan pada kendaraan angkutan, alat berat, sektor pertanian, perkapalan, perkeretaapian, hingga pembangkit listrik.

Pemerintah menyatakan hasil awal menunjukkan B50 aman digunakan dan performanya dinilai memenuhi parameter teknis yang ditetapkan. Selain mendukung transisi energi, implementasi B50 juga diperkirakan memberi dampak ekonomi melalui peningkatan penyerapan minyak sawit domestik serta potensi penghematan devisa akibat berkurangnya impor BBM.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya