Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Airlangga Ungkap Alasan Pertamax Belum Turun Meski AS-Iran Sudah Berdamai

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax, belum mengalami penurunan meski konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mereda. 

Menurutnya, pemerintah masih menunggu implementasi nyata dari perjanjian damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi distribusi minyak dunia.

"Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," jelasnya kepada awak media usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama pimpinan Bank Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. 


Ketika ditanya berapa lama masyarakat harus menunggu hingga harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya dapat turun, Airlangga menyebut hal itu bergantung pada distribusi pasokan minyak yang sedang berjalan. 

"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ujarnya singkat.

Harga minyak dunia turun tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyelesaikan kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz. 

Pada penutupan perdagangan Selasa, 16 Juni 2026, waktu setempat, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun 5 persen ke level 78,96 Dolar AS per barel. Ini menjadi pertama kalinya Brent diperdagangkan di bawah 80 Dolar AS per barel sejak Maret 2026.

Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan yang lebih dalam. Harganya merosot 5,8 persen dan ditutup pada 76,05 Dolar AS per barel.

Pelaku pasar merespons positif kabar bahwa Iran berpotensi segera kembali mengekspor minyak ke pasar internasional. Jika hal itu terjadi, pasokan minyak global akan bertambah sehingga menekan harga.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya