Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Politik

Pemerintah Harus Buktikan Manfaat MBG untuk Jawab Kritikan Mahasiswa

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Maraknya aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah belakangan ini dinilai lebih banyak menyoroti persoalan ekonomi dan efektivitas sejumlah program prioritas pemerintah.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, secara substansial tuntutan mahasiswa tidak hanya menyangkut isu politik, tetapi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional, termasuk harapan agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin menguat.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti program-program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Bahkan, dalam sejumlah aksi, muncul tuntutan agar kedua program tersebut dihentikan.


Menurut Adi, tuntutan tersebut sulit diwujudkan karena MBG merupakan salah satu janji politik utama Presiden Prabowo Subianto yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah.

"Rasanya memang harus ada kompromi. Apa pun judulnya, MBG dianggap sebagai janji politik Presiden Prabowo. Begitu juga program-program prioritas pemerintah lainnya," ujarnya lewat kanal Youtube, Kamis, 18 Juni 2026.

Meski demikian, Adi mengakui pelaksanaan program-program tersebut masih menyisakan banyak catatan yang perlu dibenahi. Karena itu, evaluasi dan perbaikan tata kelola menjadi langkah yang harus terus dilakukan pemerintah.

Ia melihat Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan pembenahan dalam pelaksanaan MBG setelah muncul berbagai kritik dari publik.

Namun demikian, Adi menilai tuntutan penghentian total program MBG tidak sejalan dengan tujuan utama program tersebut yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting.

"Mahasiswa menginginkan program ini dihentikan karena dianggap pemborosan. Tetapi di sisi lain pemerintah menilai program ini tidak mungkin dihentikan karena tujuannya untuk mengatasi stunting dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Secara substansi tujuan program ini positif," jelasnya.

Menurut Adi, yang menjadi perhatian publik saat ini bukan semata keberadaan program MBG dan KDKMP, melainkan bagaimana pelaksanaannya mampu memberikan hasil yang sesuai harapan.

Jangan sampai, kata dia, anggaran yang besar justru menimbulkan kesan pemborosan karena manfaat yang dirasakan masyarakat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

"Desakan penghentian MBG muncul karena dalam praktiknya masih banyak kritik dan dianggap belum sepenuhnya sesuai harapan. Itu yang perlu dijawab pemerintah," katanya.

Karena itu, Adi menilai langkah evaluasi atau penyesuaian pelaksanaan program perlu diiringi dengan bukti yang terukur mengenai manfaat yang dihasilkan.

Misalnya, pemerintah perlu menunjukkan bahwa pemenuhan gizi melalui MBG benar-benar berdampak positif terhadap kesehatan, semangat belajar, hingga perkembangan intelektual para siswa sebagai penerima manfaat.

"Bila pemerintah bisa menunjukkan data dan survei yang terukur bahwa MBG memberikan dampak signifikan bagi penerima manfaat, saya kira respons publik terhadap program ini akan jauh lebih positif," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya