Berita

BEM Bersatu saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta (Foto:Istimewa)

Politik

Beda Sikap Gerakan Mahasiswa terhadap Program Pemerintah Bukan Fenomena Baru

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perbedaan sikap politik di kalangan aktivis mahasiswa terkait sejumlah isu strategis nasional dinilai sebagai hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. 

Pengamat politik Adi Prayitno menegaskan, perbedaan pandangan antarkelompok mahasiswa bukan fenomena baru dan telah terjadi sejak lama.

Belakangan, sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), baik di daerah maupun Jakarta, menyampaikan tuntutan politik yang antara lain meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).


Di sisi lain, muncul Aliansi BEM Bersatu yang menyampaikan sikap berbeda. Kelompok ini justru mendukung keberlanjutan program MBG dengan sejumlah catatan kritis, serta mengusulkan langkah-langkah penguatan tata kelola program pemerintah.

"Terkait dengan gerakan ini, salah satu tuntutannya adalah dilakukan sterilisasi gerakan mahasiswa agar terbebas dari pendanaan, fasilitas, dan intervensi kepentingan politik praktis," kata Adi Prayitno lewat kanal Youtube milikya, Kamis, 18 Juni 2026.

Selain itu, Aliansi BEM Bersatu juga mendukung keberlanjutan program MBG dengan syarat pelaksanaannya lebih tepat sasaran, efisien, dan memiliki tata kelola yang semakin baik. Mereka juga mendorong penuntasan kasus korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak mahasiswa untuk mengawal proses hukum secara objektif.

Menurut Adi, perbedaan sikap politik di kalangan mahasiswa merupakan fakta yang tidak bisa dihindari dalam sistem demokrasi.

"Kalau kita melihat sejarah, perbedaan sikap politik di kalangan mahasiswa itu sudah sering terjadi. Bisa terjadi antara satu BEM dengan BEM lainnya, atau antara kelompok mahasiswa tertentu yang memiliki pandangan politik berbeda," ujarnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menilai publik tidak perlu terkejut dengan munculnya kelompok mahasiswa yang memiliki pandangan berbeda terhadap kebijakan pemerintah.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa munculnya kelompok mahasiswa yang relatif mendukung program pemerintah merupakan upaya untuk menggembosi gerakan mahasiswa yang kritis.

"Saya kira tudingan semacam itu juga sering muncul sejak dulu. Setiap ada kelompok yang sikap politiknya dianggap sejalan dengan pemerintah, biasanya langsung dituding sebagai bagian dari proksi atau upaya penggembosan gerakan," katanya.

Meski demikian, Adi mengingatkan agar perbedaan pandangan tersebut tidak berujung pada konflik antarkelompok mahasiswa. Menurutnya, demokrasi justru tumbuh dari keberagaman pendapat yang disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.

"Yang penting, apa pun pendapatnya, apa pun aktivismenya, atau apa pun aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi maupun pernyataan sikap, tidak boleh saling gontok-gontokan. Biarkan demokrasi ini berjalan indah karena perbedaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya