Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

Program Poin Jadi Senjata Baru Bank Digital Tingkatkan Transaksi

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persaingan industri perbankan digital di Indonesia semakin ketat. Tidak hanya berlomba menghadirkan fitur dan layanan baru, sejumlah bank digital kini juga mengembangkan program loyalitas untuk meningkatkan frekuensi transaksi sekaligus mempertahankan keterlibatan nasabah.

Tren tersebut terlihat dari berbagai program berbasis poin yang ditawarkan kepada pengguna aplikasi perbankan digital. 

Melalui skema ini, nasabah memperoleh poin dari aktivitas transaksi sehari-hari, mulai dari transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, hingga top up dompet digital. Poin yang terkumpul kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai bentuk hadiah atau keuntungan lainnya.


Bank Raya, bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, menjadi salah satu pelaku industri yang mengadopsi strategi tersebut. 

Melalui program Raya Poin, perusahaan memberikan penghargaan kepada nasabah yang aktif menggunakan layanan digitalnya. Sebagai pengembangan dari program tersebut, Bank Raya menggelar Lelang Raya Poin yang memungkinkan nasabah menukarkan poin yang dimiliki untuk mengikuti lelang berbagai produk elektronik dan kebutuhan rumah tangga.

Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, mengatakan program loyalitas menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengalaman nasabah dalam menggunakan layanan perbankan digital.

"Lelang Raya Poin ini menambah variasi manfaat yang dapat diperoleh nasabah dari aktivitas transaksi sehari-hari. Kami ingin setiap nasabah merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan aplikasi perbankan digital, sekaligus memperoleh kemudahan dalam mengelola keuangan mereka," ujar Kicky, dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026.

Menurutnya, program loyalitas tidak hanya berfungsi sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang lebih luas. Semakin sering masyarakat melakukan transaksi secara digital, semakin besar pula peluang terciptanya ekosistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif.

Fenomena ini sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa melakukan pembayaran, transfer, maupun pengelolaan keuangan melalui aplikasi mendorong bank untuk menghadirkan berbagai strategi guna meningkatkan keterikatan nasabah terhadap platform mereka.

Sejak diluncurkan pada Mei 2026, program Lelang Raya Poin disebut mendapat respons positif dari pengguna. Sejumlah produk seperti televisi pintar, air purifier, logam mulia, hingga voucher belanja berhasil dilelang kepada nasabah yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Meski demikian, di balik program-program promosi yang ditawarkan industri, pengamat melihat keberhasilan bank digital pada akhirnya tetap ditentukan oleh kualitas layanan, kemudahan penggunaan aplikasi, keamanan transaksi, serta kemampuan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Kicky menilai program loyalitas merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dalam ekosistem layanan digital yang terus berkembang.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih optimal. Program loyalitas menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai tambah sekaligus mendorong pengalaman perbankan yang lebih menarik bagi nasabah," katanya.

Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, program loyalitas diperkirakan akan menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan oleh bank digital. Selain mendorong peningkatan transaksi, strategi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah dan meningkatkan loyalitas pengguna di era ekonomi digital.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya