Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Wall Street Tertekan Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah setelah investor mencermati hasil pertemuan pertama Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan ketua barunya, Kevin Warsh. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran pelaku pasar bahwa bank sentral AS masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga guna menekan laju inflasi.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 507,12 poin atau 0,98 persen dan berakhir di level 51.492,55. Sementara S&P 500 turun 1,21 persen ke 7.420,10, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,34 persen dan ditutup di 26.021,66.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, dan Amazon kompak ditutup di zona merah, sehingga membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.


Di sisi lain, penguatan saham perusahaan semikonduktor seperti Intel dan Micron Technology membantu menahan pelemahan pasar agar tidak semakin dalam. Saham SpaceX juga menjadi sorotan setelah turun hampir 5 persen, mengakhiri reli kuat yang terjadi sejak perusahaan tersebut melantai di bursa pekan lalu.

Perhatian investor tertuju pada keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5-3,75 persen. Meski demikian, sejumlah pejabat bank sentral memperkirakan masih diperlukan kenaikan suku bunga pada 2026 untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga acuan diperkirakan berada di level 3,8 persen pada akhir 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Maret yang berada di level 3,4 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa The Fed mulai melihat perlunya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun melonjak lebih dari 16 basis poin menjadi 4,216 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya